pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Amran Beber Keberhasilan Bangun Wilayahnya

WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud memenuhi undangan wawancara dalam program Teras Negeri di Kantor PT Tempo Inti Media Tbk., Jakarta Senin (14/3). Ragam potensi Kabupaten Wajo, jadi bahasan dan diulas habis.
Teras Negeri adalah program tentang bagaimana pemimpin daerah membangun wilayah dan menyejahterakan masyarakat dengan segala potensi yang dimiliki.
Nantinya, hasil wawancara akan ditampilkan secara menarik di website Tempo.co, kanal YouTube Tempo, dan Instagram Tempo.co.

Dipandu pembawa acara Monica Roza, Amran menjelaskan Wajo merupakan daerah dengan luas lahan sawah baku sekitar 101,3 ribu hektare dan memiliki wilayah pesisir dengan garis pantai sepanjang 103 kilometer. Selain itu, Danau Tempe yang merupakan salah satu danau besar di Pulau Sulawesi dengan luas sekitar 16 ribu hektare.
Di sektor pertambangan minyak dan gas bumi (migas), Kota Sutera–julukan lain Wajo–merupakan salah satu daerah penghasil gas alam dengan cadangan gas kurang lebih 2 triliun cubic feet yang dikenal dengan nama Blok Sengkang.
“Potensi sumber daya alam (SDA) ini menjadi sumber keunggulan yang akan terus dikembangkan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Sektor yang potensial di dalamnya adalah sektor pertanian, dalam hal ini tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, sektor perikanan, serta sektor pertambangan migas,” beber Amran.
Terkait kondisi perekonomian selama dua tahun awal pandemi Covid-19, Amran menjelaskan Wajo pada 2020 mengalami penurunan menjadi minus 1,17 persen. Terjadi penurunan produksi barang dan jasa dari tahun sebelumnya.
“Akan tetapi, di tahun kedua, kondisi perekonomian kita perlahan-lahan pulih dan mengalami pertumbuhan positif naik melaju menjadi 6,77 persen. Seluruh sektor perekonomian bisa kita gerakkan kembali sehingga ekonomi bisa tumbuh,” jelasnya.

Untuk pemulihan ekonomi pada 2022, Pemkab fokus pada beberapa program prioritas, seperti mengoptimalkan hadirnya 10.000 wirausahawan baru, satu kecamatan satu produk unggulan, mengupayakan implementasi program resi gudang, pemberian bantuan modal usaha, teknologi dan pemasaran bagi koperasi, UMKM, petani, peternak, dan nelayan.
“Fokus utama kami adalah peningkatan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, agar masyarakat lebih mudah terkoneksi dan roda perekonomian dapat terus berjalan,” terangnya.
Dia mengakui kendala utama dalam masa pandemi, khususnya pada 2020, adalah ketersediaan dana memadai. Seperti diketahui, pemerintah daerah harus melakukan refocusing dan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19.
Keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan untuk penanganan Covid-19, melonjaknya kasus positif, ditambah kepanikan terhadap pandemi, membuat pemerintah harus berjibaku mengubah prioritas. (ono/C)




×


Amran Beber Keberhasilan Bangun Wilayahnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link