Site icon Berita Kota Makassar

Baru 8 Persen Warga Makassar yang Tahu

RAKORSUS yang digelar Pemkot Makassar, Selasa (15/3) menjadi ajang pembuktian, adu konsep, dan gagasan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap OPD diberi waktu untuk memaparkan seperti apa program-program yang akan dilaksanakan ke depan, dan bagaimana konsepnya dalam mengintegrasikan setiap program tersebut dengan teknologi metaverse.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan semua program OPD harus sesuai dengan visi dan misi serta program strategis yang telah disusunnya bersama Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi. Dia menerangkan, program yang dirancang OPD dengan konsep metaverse sebenarnya merupakan aktualisasi dari Sombere’ dan Smart City.
Danny menilai metaverse merupakan konsep yang paling baik dan cepat untuk membangun city branding (branding kota). Dia mengakui, masih sedikit orang yang tahu soal konsep metaverse ini. Termasuk OPD-OPD yang ada di lingkup Pemkot Makassar. “Di Makassar itu, baru 8 persen yang tahu metaverse,” kata Danny.
Diakui, dirinya telah melakukan survei di sosial medianya terkait pemahaman warga terkait metaverse. Hasilnya 8 persen yang tahu metaverse. Sementara 56 persen mau tahu. Serta 36 persen menganggap bahwa metaverse belum menjadi bagian penting bagi mereka.

“Banyak yang belum tahu saya lihat di monitoring medsos saya. Hanya 8 persen penduduk Makassar yang tahu metaverse. Sisanya 56 persen mau tahu, dan 36 persen menganggap bahwa metaverse belum menjadi bagian penting bagi mereka,” terangnya.
Karenanya, dia menginstruksikan agar semua warga mulai mempersiapkan diri untuk memasuki era baru. Dimulai dari Pemkot Makassar.
Konsep metaverse ini memang secara bertahap akan diaplikasikan. Dimulai dari OPD yang paling siap sarana, infrastruktur, dan SDM. Khususnya OPD yang berhubungan dengan pelayanan publik.
Tak hanya OPD, Forum Multi Sektor (FMS) Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB) Kota Makassar juga bertekad memanfaatkan era digital ini dengan baik-baiknya. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat aplikasi bersama Sobat TB. Aplikasi ini tersedia di playstore, yang dapat didownload oleh siapa saja, guna menscreaning diri lebih awal adanya kemungkinan beresiko atau terjangkit Tuberkulosis.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail yang juga selaku ketua FMS Percepatan Eliminasi TB Kota Makassar, mengapresiasi FMS atas semangat untuk terus mensosialisasikan upaya percepatan eliminasi TB.
“Kita ingin Makassar bebas TB. Masyarakat Makassar dapat selalu sehat, dan saya yakin dengan semangat yang ada, target capaian untuk membebaskan Makassar dari TB dapat terlaksana,” ujarnya, di Four Points of Sheraton, Selasa (15/3).

Selain itu, Indira Jusuf Ismail menyampaikan dukungan penuh atas program kota Makassar menuju Kota Metaverse, yang disingkat dengan Makaverse. “Dengan adanya kemajuan teknologi, kita berharap Makassar dapat selalu menjadi yang terbaik, dan tentunya harus ditunjang pula dengan kondisi kesehatan yang baik pula. Untuk itu mari bersama kita lakukan screaning diri lebih dini, baik untuk diri kita maupun keluarga kita,” lanjutnya.
Sosialisasi aplikasi TB dibawakan langsung oleh dr Fenny, yang juga menjelaskan beberapa kalangan yang cukup rentan terinveksi TB, di antaranya anak-anak dan juga orang dewasa yang memiliki kebiasaan merokok. (rhm)

Exit mobile version