MAKASSAR, BKM – Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) dan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) menjalin kerjasama dalam hal pengembangan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dunia kerja.
penandatanganan kerjasama atau Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan antara Dekan Fapet Unhas, Prof Dr Ir Lellah Rahim dan Kepala BBP2TP Kementan RI, Dr Ir Fery Fahrudin Munier, M.Sc, IPU di Ruang Majelis Fakultas Peternakan Unhas, Rabu, (16/3/2022).
MoU antara Fapet Unhas dan BBP2TP ini sebagai implementasi pencapaian indikator kinerja utama Universitas Hasanuddin dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fapet Unhas, Prof Dr Ir Lellah Rahim dalam sambutannya menyampaikan bahwa MoU ini bisa meningkatkan reputasi Fakultas Peternakan dalam kerjasama dengan instansi pemerintahan, baik dalam hal riset bersama, kajian, dan implementasi kepada masyarakat.
Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Ir Jasmal A Syamsu menambahkan mahasiswa bisa melakukan penelitian, praktik, dan magang di instansi yang dimiliki oleh BBP2TP Kementan RI
“Implementasi kerjasama ini mempererat penerapan Quadiple Helix antara akademisi dan birokrasi sebelumnya kerjasama dengan perusahaan, kelompok tani-ternak, dan asosiasi bidang peternakan sudah dilakukan,” papar Prof Jasmal.
Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan bersama Perjanjian Kerjasama antara BBP2TP Kementan RI dengan Program Studi S-1 Peternakan, D-IV Teknologi Produksi Ternak, D-IV Teknologi Pakan, dan D-IV Agribisnis Peternakan.
Sementara itu, Kepala BBP2TP Kementan RI, Dr Ir Fery Fahrudin Munier, M.Sc, IPU dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlunya kerjasama pada pengembangan disiplin keilmuan di Bidang Pertanian dan Peternakan terutama pada pemanfaatan lahan dan mekanisasi pertanian, serta upaya mencetak petani milenial yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kerjasama ini bisa juga mewujudkan Program MBKM sehingga mahasiswa bisa magang / PKL di unit pelaksana teknis dibawah BP2TP seperti BPTP,” katanya. (rls)
