MAKASSAR, BKM — Ada lima latar kajian konstruksi pendekatan social support penderita tuberculosis (Tb). Masing-masing kajian sosiologi kesehatan memerlukan peneropangan teoretis, konstruksi social support mencakup domain sosial dan non-sosial, kajian sosiologi kesehatan terhadap persoalan penderita Tb dalam perspektif teori dan praktik, terjadi ketimpangan dalam konstruksi social support penderita Tb, dan diperlukan rekonstruksi pendekatan social support penderita Tb.
Kelima latar tersebut yang memantik gagasan Abd Hady J yang berprofesi sebagai dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Makassar untuk menulis disertasi dengan judul Konstruksi Pendekatan Social Support Penderita Tuberculosis (Studi Sosiologi Kesehatan di Kabupaten Gowa). Ia dibimbing oleh Prof.Dr. Andi Agustang,M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. Arlin Adam, M.Si. selaku kopromotor.
Disertasi Abd Hady diajukan dan dipertahankan di depan tim penguji sidang ujian doktor untuk meraih gelar doktor dalam bidang Sosiologi di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM). Sidang ujian dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi zoom meeting pada Rabu, 16 Maret 2022 dan dipimpin Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. dengan anggota Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si., Prof. Dr. Arlin Adam, M.Si., Prof.Dr. Syamsu Andi Kamaruddin, M.Si., Prof.Dr. Anshari, M.Hum., Dr. Najamuddin, M.Hum., Dr. Firdaus W. Suhaeb, M.Si., dan Dr. Andi Asrina, SKM., M.Kes.
Riset disertasi Abd Hady menunjukkan, pertama, penderita Tb dan orang-orang di sekitar (aktor-agen sosial keluarga dan masyarakat) menggambarkan adanya persamaan dan perbedaan pada tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dalam proses konstruksi dukungan sosial. Kedua, kekuatan dan kelemahan dukungan sosial dihadapi mencakup seluruh konvensi pada aspek persamaan dan perbedaan konstruksi tersebut.
Ketiga, potensi sosial dimiliki mencakup seluruh determinan faktor kekuatan dan kelemahan sosial yang dihadapi saat ini. Keempat, rekonstruksi dukungan sosial mencakup perspektif penderita dan orang-orang dekat di sekitar, teori dan praktik social support, pengembangan teori sosiologi, dan solusi teoretik pendekatan social support penderita Tb.
“Rekomendasi, rekonstruksi, dan penanggulangan masalah sosial medis penyakit perlu menerapkan langkah strategi pengembangan pendekatan dan solusi teoretik konstruksi-rekonstruksi social support penderita berbasis kebutuhan dan problem solution,” kuncinya.
Setelah menjawab pertanyaan, klarifikasi, dan sanggahan dari tim penguji, Abd Hady dinyatakan lulus dengan memeroleh nilai IPK 3,90 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni ke-1047 PPs dan ke-183 Program studi Ilmu Sosiologi.
Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si. yang bertindak sebagai promotor dalam pesan akademik kepada doktor baru kajian teoretik sosiologi dalam perspektif sosiologi kesehatan. Dia berharap agar doktor sosiologi kesehatan yang baru dihasilkan dapat produktif melakukan kajian sehingga memperkaya kajian sosiologi. (rls)
