Site icon Berita Kota Makassar

Layanan Publik 24 Jam dengan Mataverse

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan menerapkan konsep metaverse dalam berbagai programnya. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, menurut Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto warga ibu kota Provinsi Sulsel sudah harus diperkenalkan dengan metaverse.
Karena layaknya internet, ke depan layanan metaverse akan menjadi bagian dari kebutuhan. Untuk itulah, Danny mengumpulkan seluruh OPD dan perangkat kerja lainnya dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) guna menyamakan persepsi sekaligus membuka wawasan seperti apa konsep metaverse ini akan dijalankan ke depan.
“Konsep metaverse ini wajib diketahui oleh seluruh OPD, termasuk masyarakat agar dapat memudahkan warga menghadapi era digitalisasi,” ungkap Danny ketika bebridata di depan peserta Rakorsus di Hotel Four Point of Sheraton, Selasa (15/3).
Dia mengemukakan, salah satu kelemahan pemerintah saat ini ada pada kordinasi yang sangat kurang. Kadang ada program yang sudah dibuat namun antarbidang dia tidak mengetahuinya. Tidak sinkron.
“Nah, di Rakorsus ini kita mau koordinasinya lebih kompak dan lebih tahu tentang programnya masing-masing. Apalagi kita akan menuju kota Metaverse,” ucap Danny.
Dijelaskan berbagai kemudahan nantinya akan diperoleh jika menerapkan konsep metaverse. Dia menggambarkan, jika saat ini layanan publik khususnya yang berkaitan dengan front desk hanya berlaku hingga jam kantor tutup, namun dengan metaverse, pelayanan publik bisa diakses setiap saat alias 24 jam.
“Jadi biar petugas sudah tidur, tapi kalau misalnya ada yang dibutuhkan terkait pelayanan publik di Pemkot Makassar, kita bisa akses,” ungkapnya.

Bisa Buat Avatar

Yang tak kalah menarik, dengan metaverse, kita bisa membuat Avatar atau versi virtual diri kita sendiri. Teknologi canggih ini memungkinkan kita bisa berinteraksi dengan orang yang sudah meninggal secara virtual melalu program yang sudah disimpan.
Selain itu, jika tidak memungkinkan orang bertemu langsung, pertemuan melalui sosok virtual juga bisa dilakukan.
“Ini teknologi baru. Jadi sosok virtual melalui Avatar kita bisa diperkenalkan ke cucu yang tidak pernah ketemu dengan kita. Bisa ketemu di metaverse,” tambahnya.

Dia menambahkan, dengan konsep metaverse, orang juga bisa menjelajahi kota Makassar secara virtual. Mengunjungi lorong-lorong dan tempat-tempat unik.
“Ini semuami nanti yang akan kita kembangkan. Untuk itu kita butuh sarana dan big data untuk merancangnya dan diaplikasikan dalam semua program Pemkot Makassar,” imbuhnya.
Sementara itu, pakar metaverse Daniel Surya diundang khusus menyajikan konsep metaverse dalam Rakorsus. Menurutnya, seiring berkembangnya teknologi dari generasi ke generasi, akan melahirkan dunia metaverse. Di mana realitas virtual akan menjadi kebutuhan, dan tidak menutup kemungkinan kehidupan online akan lebih nyaman bagi generasi berikutnya dari pada kehidupan reality mereka.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri ( BSKDN ) RI Eko Prasetyo Purnomo Putro sangat mengapresiasi Rakorsus yang digelar Pemkot Makassar.. Eko Prasetyo Purnomo yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, sebagai generasi X, harus siap mengadopsi teknologi yang semakin memudahkan kehidupan.
“Hidup itu sebuah inovasi. Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengajak kita berpikir, mengevaluasi kinerja dan program yang kini tengah dijalankan pemerintah Kota,” ujarnya.
Olehnya itu, Eko Prasetyo Purnomo mengajak untuk bersama-sama menjadikan Makassar sebagai salah kota maju dari delapan Kota besar di Indonesia. Diapun mengajak Pentahelix, MUI,serta akademisi dari tingkat pusat, daerah hingga desa bersinergi saling melengkapi menjadi Kota Metaverse. (rhm)

Exit mobile version