TORAJA, BKM — Warga Toraja Utara yang juga karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) korban Nelson Sarira Srappa (21) selamat dari serangan KKB Papua (2/3) lalu, tiba di Kabupaten Toraja Utara, Selasa (15/3) pagi.
Nelson disambut haru keluarga di Terminal Bua, Kesu selanjutnya diarak ke kampung halaman dengan mobil hilux terbuka warna merah, di Tongkonan Bamba, Sangkaropi, Kecamatan Sa’dan dengan mengusung spanduk bertuliskan selamat datang pejuang telekomunikasi.
Nelson selamat setelah delapan karyawan lainnya meregang nyawa secara sadis dibantai KKB Papua di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, saat tengah memperbaiki tower BTS 3 di Beoga. Penyerangan Rabu (2/3) dini hari itu sekitar pukul 03.00 Wita, setelah kamp karyawan telekomunikasi itu didatangi sekitar 10 orang anggota KKB.
Nelson adalah anak ketiga dari enam bersudara tiba di Tongkonan Bamba, Sa’dan masih menahan sakit luka di lengan dan kaki, disambut doa ucapan syukur keluarga Sangkaropi dan Pakolo.
Ayah Nelson, Yohanis Sarira kedatangan anak saya selamat dari kekejaman KKB bukti kuasa tuhan mengatur segalanya, kami sambut dengan sukacita pagi ini karena dipertemukan atas kehendaknya.
Yohanis menyebutkan, saat kejadian tidak ada pirasat sesuatu terjadi kepada anaknya. Informasi kejadian menimpa Nelson kekejaman KKB di Papua melalui media online dan video saat diefakuasi dengan helikopter.
Sehari sebelum kejadian dia masih sempat menelfon dan nasehati Nelson jangan lupa terus berdoa. Namun besoknya kembali saya telpon sudah putus sambungan. Tidak lama kemudian melihat video lambaian tangan dan proses evakuasi.
”Saya mengenali sweater warna orange yang digunakan anaknya saat melambaikan tangan meminta pertolongan melalui CCTV tower, dan ahirnya diselamatkan pemerintah di Papua,” jelasnya.
Rencana Nelson kembali ke Papua keluarga belum dibahas, kita menyerahkan sepenuhnya ke pihak perusahaan PT Palapa Timur Telematika bagaimana baiknya.
”Keluarga berharap Polri mengusut tuntas para teroris KKB yang membantai delapan korban lainnya, sehingga kedepan tidak ada lagi kekerasan yang terjadi di Papua, ” tandas Yohanis. (gus/C)

