MAKASSAR, BKM — Sekitar 50-an pensiunan PDAM terus berjuang untuk mendapatkan haknya. Pada Rabu (26/3), mereka mendatangi Markas Laskar Merah Putih (LMP) untuk meminta bantuan agar bisa difasilitasi dalam menyelesaikan persoalan pembayaran pesangon mereka.
Salah seorang pensiunan, Narti H menjelaskan, mereka bergerak ke Laskar Merah Putih Sulsel kemarin sebagai bentuk upaya memperjuangkan hak mendapatkan pesangon yang tidak pernah dibayarkan.
“Jadi kami ke sana mengutarakan niat meminta difasilitasi persoalan ini. Kami diterima Ketua Laskar Merah Putih, Pak Taufik. Kita memang minta pendampingan. Lelah maki dijanji,” ungkapnya.
Sebelum ke Sekretariat Laskar Merah Putih, para pensiunan tersebut juga ke PDAM. Niatnya mau bertemu jajaran direksi. Namun sampai di sana, tidak ada pejabat yang berhasil ditemui.
“Saya sempat bertelponan dengan Bagian Personalia, Pak Basri Tompo. Diminta empat perwakilan saja yang masuk. Tapi kami tidak mau. Masak perwakilan. Masak saya mau wakili temanku. Kalau dia tidak setuju bagaimana,” ungkap Narti.
Sedianya, kata Narti, pertemuan itu untuk membahas soal undangan ke pihak Bumi Putera untuk dipertemukan dengan para pensiunan PDAM.
Namun dia menegaskan, pihak pensiunan tidak ada hubungannya dengab Bumi Putera. Karena yang menjalin kerja sama adalah PDAM. Jadi seharusnya PDAM yang mengupayakan jalan keluar dari persoalan ini dengan pihak Bumi Putera.
Dikonfirmasi terkait nasib pensiunan PDAM yang belum terima pesangon, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan sebenarnya ini adalah bengkalai dari manajemen sebelumnya.
Untuk proses atau mekanisme pembayaran, ada kaitannya dengan BPK. Tidak boleh sembarang membayar karena bisa menyalahi aturan.
Namun dia meminta persoalan ini harus tetap diselesaikan. Karena ini persoalan utang piutang dengan Bumi Putera.
“Tetap harus diselesaikan ini persoalan. Ini utang piutang. Enak saja tidak mau diselesaikan. Dia (Bumi Putera) harus bayar,” tegas Danny. (rhm)

