MAKASSAR, BKM — Direksi Perusahaan Umum Daerah (PDAM) kota Makassar mencari solusi terkait polemik dana pensiunan pegawai yang sudah berlangsung sejak tahun 2019.
Pada Kamis (17/3), Penjabat (Pj) Direktur PDAM, Beni Iskandar mengundang Bumiputera untuk ikut memberikan penjelasan seputar masalah yang membelit dana pensiunan.
Inisiasi untuk mempertemukan antara semua pensiunan dengan Bumiputera ini memang sudah lama direncanakan untuk mengetahui duduk persoalannya sehingga dapat dicarikan solusi yang paling tepat.
Beni Iskandar menyampaikan bahwa, polemik ini mulai berlangsung tahun 2019 karena sejak tahun itu, tidak ada lagi pembayaran kepada Pensiunan dari AJB Bumiputera 1912 dengan alasan PDAM juga tidak melakukan pembayaran iuran oleh karena adanya LHP dari BPKP Perwakilan Sulsel.
“Kami ini sudah punya itikad baik untuk bertemu dan membahas bersama, jadi harap hentikan manuver dan berbicara di media perihal perusahaan akan membayar. Kami menjanjikan untuk memediasi. Ini kan masalah lama dan saya yang berusaha mencari jalan keluar,” ungkap Beni.
Dia meminta pensiunan PDAM untuk bersabar dulu. Pihaknya sudah akan membuatkan tim khusus untuk mengurus persoalan ini.
Tim itu terdiri dari direksi, tim hukum, pejabat dan perwakilan pensiunan. Semua ada perwakilannya supaya semua dapat mengetahui tentang apapun pembicaraan yang dibahas.
Sementara itu, dari pihak Bumiputera diwakili Kepala Cabang, Askum Ali. Askum mengatakan, pihaknya selalu terbuka dan siap memberikan informasi lengkap tentang pembayaran dana pensiunan pegawai.
Memang ada beberapa masalah yang harus dibicarakan, apalagi prosesnya ini masih deadlock karena masing-masing pihak belum bisa mengambil kesimpulan.
Pembentukan tim yang diinisiasi oleh pj dirut dinilai merupakan solusi terbaik, karena melibatkan semua pihak agar tidak ada lagi sangkaan bahwa ini dibiarkan atau tidak diurus sehingga semua pihak tau perkembangan pengurusannya. (rhm)
