MAKASSAR, BKM– Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar masa bakti 2022-2026 sudah berganti. Ahmad Susanto resmi menahkodai Ketua KONI Makassar bersama 27 pengurus lainnya. Pelantikan berlangsung di Myko Hotel Panakkukang, Kamis (17/03).
Ahmad Susanto yang terpilih secara aklamasi sebagai formatur ketua di Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) menjadi nahkoda baru menggantikan Agar Jaya sebagai ketua sebelumnya.
Pembukaan pelantikan sangat meriah. Beberapa cabang olahraga (Cabor) di KONI Makassar dipertunjukan buat tamu yang hadir. Seperti diantaranya pertunjukan bela diri dan barongsai.
Nampak hadir dalam prosesi pelantikan dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, anggota DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir, Ketua FPTI Makassar Andi Bukti Djufrie, Asisten III Pemkot Makassar Mario Said serta sejumlah anggota DPRD maupun kepala SKPD di pemerintah kota. Pelantikan dan sekaligus penyerahan pataka dilakukan Ketua KONI Provinsi Sulawesi Selatan Ellong Tjandra.
Ketua KONI Makassar, Ahmad Susanto menegaskan, atas komitmen pengurus menjadikan Kota Makassar sebagai City of Sport berdasarkan lima misi yang telah disusun.
“Menjadikan Makassar City of Sport ada lima misi yang harus dijalankan sebagai gaya hidup berolahraga untuk mencapai prestasi diantaranya Sport Solution, One Student One Sport, Sport Achievment (prestasi) dan terakhir ada Sport Destination,” kata Ahmad Susanto dalam sambutan.
Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan harapan kepada seluruh pengurus KONI Makassar baru ini agar melakukan pembinaan olahraga. Kompak dan visi misi harus sesuai.
“Pembinaan olahraga harus kompak. Kalau ingin prestasi pembinaan usia dini itu harus dari hulu. Karena tidak ada prestasi tanpa pembinaan usia dini. Tidak ada prestasi tanpa kompetisi yang ketat dan tidak ada prestasi tanpa pembinaan serta sarana yang memadai,” sambutnya.
Untuk menuju kota dunia lanjut Danny, yang perlu menjadi perhatian adalah sarana prasarana olahraga yang memadai. Olehnya itu pemerintah kota telah menyediakan budget bagi pembangunan sarana dan prasarana olahraga serta pembinaan atlet.
“Tahun ini pemerintah kota Makassar menyiapkan hampir 300 Miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana olahraga,” tambahnya.
Namun demikian Pemkot Makassar menyadari masih adanya keterbatasan sehingga Danny mengusulkan kolaborasi pembinaan olahraga antara KONI Makassar dan KONI Sulsel bersama Pemerintah Kota Makassar dan Pemprov Sulsel.
“Pembinaan usia dini dilakukan semua cabang olahraga. Pemerintah kota bertugas menyiapkan kompetisi semua cabang olahraga. Sarana dan prasarana urusan pemerintah kota. kemudian pembinaan prestasi kita serahkan ke KONI Makassar dan Sulsel. Stadion dikelola Sulsel, kalau GOR itu urusan pemerintah kota. Kita punya dana 90 miliar,” tegas Danny.
Dari Ketua KONI Provinsi Sulawesi Selatan Ellong Tjandra mengingatkan kepada pengurus KONI Makassar menjaga kekompakan. Memerhatikan administrasi keuangan serta pengurus fokus melakukan pembinaan atlet junior di Kota Makassar.
“Saya sempat berbicara dengan pak wali, kata beliau dia berharap adanya pengembangan dan pembinaan calon atlet di sekolah. Ini bagus, dan ini harus diperhatikan. Pengurus bisa fokus melakukan pembinaan atlet junior di sekolah-sekolah di Kota Makassar,” imbuhnya. (Arf)
