Site icon Berita Kota Makassar

Amson Padolo Wakili Gubernur Sulsel di Musrenbang Tana Toraja

MAKALE, BKM.COM–Kepala Dinas Kominfo Sulsel, Amson Padolo, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Musrenbang Kabupaten Tana Toraja, Sabtu (19/3) di gedung Tammuan Mali, Makale.

Menurut Amson, musrenbang merupakan forum dialog antara seluruh pemangku kepentingan pembangunan. Sekaligus penyampaian rencana RKPD 2023 dengan memuat arah kebijakan, program dan kegiatan strategis.

Selain itu menjadi indikatif pembiayaan yang bertujuan untuk penyelarasan dan sinkronisasi program kegiatan pembangunan daerah.Di mana sasaran dan prioritasnya untuk pembangunan di kabupaten, provinsi hingga nasional.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para bupati, walikota dan seluruh pemangku kepentingan pembanguan di Sulsel atas segala dukungan, kontribusi dan sinergitasnya dalam pemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera, kata Amson.

Kesempatan itu Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung beberkan, Musrenbang dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2023.

Musrenbang juga mensinkronkan semua usulan masyarakat melalui berbagai sektor kebutuhan dan
bersinergikan antar OPD.

Kata Bung Theo, wujudkan Toraya Mala’bi, melalui forum ini kita kolaborasi program visi misi bupati “Tana Toraja Bangkit, Produktif Dan Tangguh, Menyongsong Tatanan Kehidupan Baru” dengan pendekatan kawasan wilayah dititikberatkan pada kerangka pembangunan tematik, holistik, integrated, dan spacial disesuaikan dengan 20 program prioritas unggulan tahun 2023.

Lanjut Bung Theo, forum tahunan ini juga sebagai wadah untuk saling berkoordinasi dan mensinergikan program perencanaan pembangunan yang melibatkan seluruh stakeholder samakan visi dirangkul dalam RPJMD. Tidak boleh ada yang lain kecuali Pariwisata bangkitkan ekonomi sehingga hari ini kita hadir untuk menyamakan pemahaman, sesuai  tema Musrenbang “Pemantapan Pemulihan Ekonomi Sosial Budaya Tang Inklusi Melalui Pembangunan Manusia Produktif dan Berdaya Saing”.

Sektor Pariwisata Tana Toraja terus kita dorong persiapkan masyarakat untuk bangkit menjadi perpektif kebangkitan ekonomi sebagai daerah pariwisata penyangga ibukota negara baru (IKN) di Kalimantan Timur.

Theo jelaskan ada 20 program berkualitas unggulan Tana Toraja sifatnya tidak instan telah kita persiapkan dengan baik melalui kerangka rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Selain Bantuan sosial kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19, juga Stimulus modal usaha untuk percepatan pemulihan roda ekonomi, Perluasan akses jaringan, seluler menjangkau 80 persen wilayah, Pendidikan dan kesehatan gratis, Beasiswa S1 dan S2 bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga yang kurang mampu, Program layanan publik prima untuk urusan-urusan perizinan dan administrasi kependudukan.

Demikian pula Program penataan enam kota kecamatan (Buakayu, Bittuang, Rembon, Rantetayo, Sangalla, dan Ge’tengan-Mebali),
Program Lembang (Desa) dan Kelurahan Mandiri, Program masyarakat sehat, cerdas dan sejahtera, Perbaikan infrastruktur, fasilitas umum, fasilitas sosial, lembang, kelurahan, kecamatan dan kota, Peningkatan produksi komoditas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan air tawar.

Selanjutnya Program inovasi pariwisata dan revitalisasi kearifan adat dan budaya, Pelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati asli daerah, Pemberdayaan peran perempuan, pemuda-mahasiswa, pers, lembaga keagamaan, adat dan sosial kemasyarakatan, Program Tana Toraja bersih, asri, elok, nyaman dan aman, Program birokrasi (ASN) peduli dan berkinerja tinggi,
Program bina iman dan amal bakti kesetiakawanan sosial, Pengembangan ekonomi kreatif,
Pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, dan
Tana Toraja sebagai icon eco culture tourism Sulawesi Selatan, pungkas Theo (agus).

Exit mobile version