MAKALE, BKM.COM–Komisi II DPRD Tana Toraja, Sabtu (19/3) rapat kordinasi (Rakor) bersama Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Perindag) bahas kelangkaan minyak Goreng dan harga yang melambung selangit.
Hal itu dibuktikan hasill pemantauan Perindag di Pasar tradisional harga minyak goreng banyak merek tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di tentukan pemerintah.
Keterangan dari Perindag saat ini Bulog telah mengeluarkan HET baru dengan harga Rp 23.500 perliter
Minyak goreng sudah cukup di Tana Toraja, hanya saja harga masih tinggi di tingkat pengecer sehingga perlu di kontrol agar harga stabil, terang Ketua komisi dua Semuel Pali Tandirerung.
Pihak Perindag dan stake holder lainnya terus melakukan pengawasan, dan turun langsung monitoring ke pasar tradisional.
Mungkin saja dengan adanya HET baru 23.500 liter yg di keluarkan Bulog minyak goreng tidak akan sulit didapatkan di Pasar karena sudah keluar harga baru yg lebih tinggi dari sebelumnya.
Pemantauan Dinas Perindag di pasar pasar tradisional harga minyak sangat melambung tidak sesuai HET (Harga eceran tertinggi) yg telah di tentukan pemerintah) sebelum keluar HET baru dari bulog yg sekarang harganya 23.500 /liter, apalagi banyak merek minyak goreng baru (agus).

