MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, menyarankan pemerintah kota melakukan penataan badan usaha milik daerah (BUMD) yang tak mampu memaparkan rencana strategisnya. Termasuk yang tidak memiliki progres lebih semenjak ditunjuk menggantikan direksi sebelumnya.
Menurut Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar, William Lauren, diantara enam Perusda di Makassar, dewan sangat menyoroti kinerja pj Direksi PD Terminal, pj Direksi PD Parkir dan pj Direksi PD Pasar Raya. Olehnya itu, ia meminta wali kota Makassar perlu melakukan evaluasi.
“Kita sudah lihat semua kinerja perusda kemarin saat evaluasi. Saat ini kita beri garis untuk penataan tiga perusda ini, terminal, pasar dan parkir. Apalagi tidak ada inovasi dan langkah-langkah kedepan atau stagnan,” ungkapnya, Minggu (20/3).
Lanjut legislator Fraksi PDIP Makassar ini bahwa, dengan adanya penunjukkan pj ini, diharapkan adanya penataan dan perbaikan kualitas perusda di Makassar. Hanya saja, kinerja PD Terminal sangat buruk, bahkan tidak ada inovasi yang dilakukan pj direksi PD Terminal, pasar dan parkir untuk penataan BUMD tersebut.
“Dari sisi pendapatan PD Parkir dan PD Pasar ini masih biasa saja, dari semua perusda yang tidak menunjukkan hasil apa-apa itu terminal. Padahal kemarin pak wali telah mengangkat Pj Direksi ini untuk melakukan pembenahan,” tegasnya.
hal senada diungkapkan anggota Komisi B DPRD Makassar, Mario David. Mario mengaku belum ada satupun pj direksi yang mampu memaparkan rencana strategisnya. Bahkan dewan memberi catatan khusus bagi tiga PD, utamanya terminal karena diantara BUMD yang lain terminal tak menunjukkan hasil apapun.
“Yah semoga ini bisa menjadi catatan pak wali untuk mengevaluasi kerja-kerja dari semua perusda, khususnya terminal. Kalau mau diliat rapor kerja direksi terminal tanda tanya, silahkan pak wali melalukan evaluasi,” katanya.
Hanya saja, yang perlu dilihat ada kinerja PDAM. PDAM sejauh ini sudah berusaha untuk memberikan layanan air kepada masyarakat yang belum tersentuh. Misalnya, cakupan air di daerah utara, timur, dan titik-titik lainnya yang belum bisa mengakses air bersih. “Kalau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sudah mulai ada peningkatan dari sisi profit,”katanya. (ita)
