SOPPENG, BKM — Kesal dan kesabaran warga mulai hilang. Betapa tidak, jalan masuk ke desa mereka tak kunjung ada perbaikan dari Pemkab Soppeng. Kini dengan dana patungan dan semangat gotong royong, warga terpaksa menimbun dan melakukan perbaikan secara mandiri terhadap jalan rusak di desa mereka.
Meskipun upaya warga tersebut kurang maksimal, namun jalan yang ditimbun tersebut bisa dilalui dengan baik, tidak seperti sebelumnya warga yang melintas di jalan itu harus lebih ekstra hati-hati, lantaran becek apalagi pada saat musim hujan.
Warga setempat Supu saat ditemui di lokasi perbaikan jalan mengungkapkan semangat gotong-royong yang dilakukan warga Lejja merupakan bentuk kekesalan warga lantaran jalan yang merupakan akses keluar masuk warga tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
Apalagi jalanan tersebut selain menjadi askes bagi warga Lejja juga askes bagi Warga Gellenge dan Datae.
“Karena kondisinya sudah parah, kami masyarakat Lejja mengumpulkan uang pribadi untuk membeli timbunan,” ujar Supu.
Semestinya, menurut dia untuk perbaikan jalan di desanya tersebut, itu adalah merupakan tanggung jawab pemerintah. Selaku warga berharap kepedulian dari pemerintah untuk bisa mewujudkan keinginan masyarakat, tentunya di bidang infrastruktur,
Kades Bulue Abdul Majid yang dihubungi BKM, Minggu (20/3) melalui telepon mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga Lejja dan dia berjanji kedepan akan menyisihkan dana desa untuk perbaikan jalan tersebut. Hanya saja untuk tahun 2022 semua dana desa diperuntukan setiap wilayah jadi kemungkinan kalau ada bisa nanti di perubahan kalaupun tidak bisa nanti tahun depan.
”Terkait Jalan Lejja Lamentong itu kewenangan Pemkab bahkan sudah diukur oleh PUPR tapi kejelasannya kapan diperbaiki pihaknya belum tau pasti.
(ono/C)
