Site icon Berita Kota Makassar

BNK Mendadak Tes Urine Peserta

SIDRAP, BKM — Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sidrap, bekerja sama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap, mengelar seminar anti narkoba di Aula Kompleks SKPD, Senin (21/3).

Seminar dengan tema “Provinsi Sulsel BERSINAR (Bersih Narkoba) digelar dalam rangka HUT ke-20 BNN RI. Pesertanya, para kepala sekolah SD dan SMP dari Kecamatan Kulo, Panca Rijang dan Baranti.
Panitia dibantu petugas dari RS Arifin Nu’mang melakukan tes urine mendadak kepada seluruh peserta. Dari hasil tes seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Seminar dibuka Bupati Sidrap diwakili Sekkab Sudirman Bungi. Ketua BNK Sidrap yang juga Wabup Sidrap, H Mahmud Yusuf membawakan materi seminar.

Sudirman mengatakan, dampak dan korban narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat, membahayakan generasi muda, sehingga memerlukan penanganan yang serius.
Penanganan ini, harus dilakukan secara dini dengan melibatkan seluruh potensi yang ada baik di pemerintah dan pihak-pihak terkait, utamanya para kepala sekolah dan guru di sekolah. “Kami harapkan kepada kepala sekolah dan guru untuk terus memantau anak-anak didik di sekolah,” pintanya.
Di kesempatan itu, Sudirman mengutip sebuah kisah yang pernah disampaikan cendikiawan muslim, Quraish Shihab tentang seorang yang bercita-cita mengubah dunia, mengubah negerinya dan keluarganya. Namun dalam perjalanannya, dia sadar itu mustahil tanpa diawali merubah diri sendiri.

Benang merah dari kisah ini, jelas Sudirman, perubahan paling mendasar harus dimulai dari diri sendiri. Jangan harap dapat mengubah orang lain, apalagi dunia, kalau diri sendiri tidak mau berubah.
“Saya mengajak seluruh pihak ambil bagian dalam pemberantasan narkoba, dimulai dari diri sendiri dan keluarga kita, untuk memberi semangat spirit bahwa narkoba itu menghancurkan masa depan kita dan bangsa,” pesan Sudirman.
Dia berharap para kepala sekolah maupun guru bisa memberi contoh kepada generasi muda agar lebih paham akan bahaya yang ditimbulkan narkoba, sehingga ke depannya tidak ada satu pun pendidik maupun pelajar yang terjerumus narkoba.
“Sejalan dengan seminar ini kami mengajak para guru dapat melindungi dan memberi pengertian kepada anak anak kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Berilah penjelasan yang tekun, melalui komunikasi dan sosialisasi yang efektif sejak dini,” harapnya. (ady/C)

Exit mobile version