MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menargetkan kepada seluruh lurah dan camat untuk menyelesaikan semua persoalan RT/RW dalam pekan ini. Dia meminta penanganan RT/RW ini harus cepat. Camat dan lurah segera merespons persoalan, khususnya penolakan dari bawah.
“Saya kasih waktu, pekan ini semua persoalan RT/RW sudah harus selesai semua. Tidak ada lagi yang bermasalah,” ungkap Danny di kediaman pribadinya, Selasa (22/3).
Persoalan yang harus diselesaikan di antaranya ada RT/RW yang mengundurkan diri. Ada yang satu rumah ditunjuk lebih dari satu RT/RW. Ada juga orang yang ditunjuk ternyata sudah meninggal.
“Lurah dan camat harus mengklarifikasi itu semua. Bikin validasi data karena kita mau tahu yang bekerja secara jelas. Jadi diperkuat lagi datanya. Saya berharap satu minggu ini selesai,” katanya.
Danny juga meminta kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) untuk memproses aturan, dalam hal ini Perwali terkait pemilu raya RT/RW. Setelah penunjukan RT/RW tidak ada lagi yang bersoal. Menurut Danny, dia akan melakukan konsolidasi dengan mereka.
Setiap hari Minggu selama Ramadan, akan dilakukan salat subuh berjamaah di Masjid Terapung Lantak Losari dengan RT/RW. “Kita secepatnya mentraining apa yang akan mereka lakukan. Bagi RT/RW yang muslim, kita salat subuh berjemaah. Yang non muslim menunggu selesai salat baru kita berkonsolidasi,” tambahnya.
Soal masih ada riak-riak atau aksi protes dari mantan ketua RT/RW yang tidak lagi ditunjuk sebagai penjabat (pj), Danny mengatakan biarkan mereka ‘curhat’ dan protes sepanjang tidak melakukan aksi anarkis.
Dia menekankan, sebenarnya mereka yang protes hanya sebagian kecil dari yang terpilih sebagai pj RT/RW kembali. Setelah dicermati, mereka yang protes pun banyak yang pengurus partai.
“Yang protes ini pengurus partai. Padahal kalau dilihat Perwali, tidak boleh jadi pengurus partai. Itu harus ditekankan supaya RT/RW tidak dibawa ke ranah politik,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Harun Rani, mengatakan sesuai instruksi wali kota, pihaknya segera menyusun perwali pemilu raya. Semua pihak diminta bersabar karena ada proses yang harus dilalui. Termasuk melalukan asistensi ke provinsi.
Selain itu, untuk penyelenggaraan pemilu raya RT/RW, semua yang berkaitan dengan penganggaran diserahkan ke setiap kecamatan.
Mundur
Dari total sebanyak 178 orang terdiri penjabat (pj) ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Ujung Tanah, empat orang di antaranya telah mengundurkan diri. Pengunduran secara bersama-sama itu disampaikan melalui keterangan yang disampaikan kepada masing-masing lurah.
Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar yang dikonfirmasi, membenarkan hal itu. Menurutnya, mereka yang mengundurkan diri menyusul diterbitkan SK sebagai penjabat.
Alasan mereka cukup beragam. Ada sibuk bekerja dan sakit-sakitan. Atas itulah mereka menolak menjadi pj dan memilih mengundurkan dirinya.
“Iya, ada pj ketua RT-RW mengundurkan diri. Tapi jumlahnya itu tidak banyakji. Ada sekitar empat orang saja dari total 178 RT-RW di wilayah kami. Alasannya itu sakit-sakitan dan sibuk,” ujar Ibrahim, Selasa (22/3).
Menurutnya, pj ketua RT-RW yang mengundurkan diri diketahui cukup punya riwayat peran aktif membantu kerja-kerja kelurahan untuk menyukseskan program Pemerintah Kota Makassar. Sehingga atas penilaian dan rekomendasi dari kelurahan, maka mereka dipilih sebagai pj.
“Tapi setelah mereka menerima SK pengangkatan sebagai pj ketua RT/RW, mereka juga langsung mengundurkan diri. Dan sekarang sudah ada penggantinya. Mereka itu dipilih lagi atau direkomendasikan dari lurah. Kan ukurannya siapa yang aktif, membantu kerja lurah, itu yang direkomendasi,” tambahnya.
Adapun empat orang pj ketua RT/RW yang mengundurkan diri diketahui dua orang dari Kelurahan Camba Beru.
“Saya lupa yang dua orang. Tidak tahu persis yang dua orang dari wilayah mana. Mereka RT atau RW yang keluar, saya juga belum tahu persis. Yang jelas saya tahu dua orang dari Camba Berua menyatakan diri mundur dan semuanya sudah ada penggantinya,” imbuhnya. (rhm-arf)
