Site icon Berita Kota Makassar

Diragukan, Kesiapan Parpol Baru Hadapi Verifikasi Faktual

MAKASSAR, BKM — Sedikitnya ada enam partai politik (parpol) pendatang baru yang harus berjuang untuk ikut pada pemilihan anggota legislatif (pileg) 14 Februari 2024 mendatang. Masing-masing Partai Gelora yang didirikan oleh Anis Matta selaku ketua umum dan Fachri Hamzah sebagai wakil ketua. Adapun Sekjen Gelora Mahfidz Siddiq.
Kedua, Partai Ummat yang didirikan oleh Prof Dr Amien Rais. Amien Rais yang pernah tercatat sebagai pendiri PAN lalu memberikan amanah kepada Ridho Rahmat sebagai ketua umum.
Ketiga adalah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Partai ini didirikan oleh pendukung atau pengikut mantan Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum. Kini PKN dipimpin oleh Gede Pasek Suardika. Keempat yakni Partai Pelita. Didirikan oleh mantan Ketua PP Muhammadiya Prof Dr Din Syamsuddin. Partai Pelita kini diketuai Beni Pramula.
Kelima, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima). Didirikan oleh Agus Jobo yang pernah tercatat sebagai ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD). Yang terakhir atau keenam adalah Partai Rakyat yang dipimpin oleh Arvindo Noviar.
Keenam partai ini akan berhadapan dengan partai lama, termasuk Hanura, PBB da PKPI. Tak hanya itu, juga ada empat partai baru yang pernah ikut pada pemilu 2019 lalu yakni Perindo, PSI, Berkarya, dan Garuda.
Ketua DPD Partai Gelora Kota Makassar Muttaqien Yunus, mengemukakan pihaknya sudah menyerahkan berkas-berkas administrasi ke DPW dan menyiapkan anggota yang akan diverifikasi faktual. “Kemarin terdata 7.000 anggota yang sedang diproses verifikasi internal sebelum kita ajukan ke KPU,” ujarnya, kemarin.
Sekretaris DPW Partai Gelora Sulsel Mudzakkir Ali Djamil, mengaku bahwa yang dilakukan Partai Gelora tentu saja mempersiapkan seluruh perangkat dan infrastruktur partai jelang tahapan pemilu. Beberapa waktu lalu telah dilaksanakan rakorwil, sekaligus penyerahan dokumen verifikasi dari DPD kabupaten/kota kepada DPW. Sekaligus mengecek kesiapan menghadapi verifikasi nantinya.
“Partai Gelora telah mempersiapkan dokumen untuk persiapan verfikasi, baik administrasi maupun faktual. Hingga hari ini sudah mencapai 90 persen capaian kita untuk memenuhi seluruh persyaratan verifikasi. Insyaallah pada rakorwil nanti, seluruh DPD kabupaten/kota akan menyerahkan secara resmi seluruh dokumen verifikasi. Kami yakin Partai Gelora akan lolos verifikasi dan menjadi peserta pemilu 2024,” jelas Mudzakkir, Selasa (22/3).
Tak hanya itu, struktur Gelora di kabupaten/kota sudah terbentuk 100 persen, kecamatan sudah terbentuk 92 persen, dan juga telah terbentuk di tingkat kelurahan/desa. “Pengurus Partai Gelora Se-Sulsel siap mengikuti seluruh tahapan pemilu, dan tentu saja siap menghadapi pemilu 2024 nanti,” terangnya.
Hal sama disampaikan Ketua DPW PSI Sulsel Affandi Agusman Aris. Kata dia, partai yang dipimpinnya juga sangat siap mengikuti verifikasi.
Sebelumnya, Ketua DPW Partai Ummat Sulsel H Abd Hakim juga mengaku sangat siap untuk mengikuti verifikasi faktual di KPU. “Sejak awal Partai Ummat sangat siap menghadapi verifikasi,” jelas Abd Hakim.
Lantas, mampukan enam partai politik pendatang baru dan empat parpol lainnya lolos verifikasi dan menjadi peserta pemilu. Pemerhati politik dari Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus, menilai jika lolosnya mereka sebagai peserta pemilu sebenarnya bergantung pada kesiapan parpol tersebut. Indikator kelolosan itu sudah ditetapkan dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
“Jadi, parpol sebenarnya sudah bisa lebih dini mengukur peluang mereka, terutama dalam hal kesiapan infrastruktur. Untuk enam parpol baru itu, tantangan terberatnya yaitu bagaimana mereka memenuhi keberadaan secara faktual kepengurusan mereka di minimal 75 persen kabupaten/kota dalam sebuah provinsi, dan 50 persen kepengurusan kecamatan dalam sebuah kabupaten/kota,” jelas Nurmal Idrus, Selasa (22/3).
Menurutnya, dengan waktu yang kasip seperti sekarang, di mana verifikasi parpol sudah dimulai tahun 2022 ini, mantan ketua KPU Makassar ini mengaku agak ragu dengan kesiapan mereka.
“Untuk parpol yang lama, menurut saya mereka sudah punya pengalaman mengikuti verifikasi dan saya yakin mereka punya kesiapan untuk melewati itu,” terangnya.

Pengamat politik Dr Arief Wicaksono cenderung ingin melihat sejumlah aspek partai baru tersebut.
“Menurut saya, harus kita lihat dalam beberapa aspek, seperti siapa pendirinya, siapa pendananya, seberapa banyak kantornya di seluruh Indonesia, dan seberapa kuat jaringan kepartaian,” ujar Arief, kemarin.
Selain itu, apakah partai baru sudah tertib administrasi kepartaian, dan bagaimana statusnya dalam sistem verifikasi KPU. Kesemuanya harus dapat dikonversi menjadi aspek elektoral, bukan hanya sekadar informasi kepada publik bahwa ada partai baru.

“Oleh karena itu, untuk bisa melihat apakah partai-partai itu bisa lolos verifikasi peserta pemilu atau tidak, ya beberapa poin itulah yang harus dianalisa satu persatu,” jelas Arief.
Hal berbeda disampaikan pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad.
Menurutnya, tantangan partai baru dan partai yang masih rendah elektabilitasnya perlu kerja keras hadapi verifikasi jelang pemilu.
“Tidak ada pilihan selain lolos. Karenanya, harus fokus pada proses lolos verifikasi dengan melengkapi berbagai persyaratan. Jika tidak maka mereka tereliminasi,” tandas Firdaus. (rif)

Exit mobile version