Site icon Berita Kota Makassar

Kelangkaan Minyak Goreng, Komisi Dua DPRD Tana Toraja Sidak Pasar Tradisional

MAKALE, BKM.COM–Anggota komisi dua DPRD Tana Toraja menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional Makale dan Rembon. Sidak dilakukan karena kelangkaan minyak goreng.

Hasil pantauan di dua pasar tersebut, ternyata harga minyak goreng kemasan berbeda yang dijual pedagang pasar dan toko.

“Distribusi minyak goreng sudah cukup jelang ramadan, hanya saja masih ditemukan perbedaan harga RP3.000 perliter sesama pengecer,”ujar Ketua komisi dua DPRD Tana Toraja, Semuel Pali Tandirerung, Rabu (23/3).

Kata Semuel, di Pasar Makale harga minyak goreng antara Rp25-26 ribu rupiah perliter. Namun di pasar Rembon masih melambung hingga Rp70 ribu perliter.

Harga masih berbeda jauh di tingkat pengecer. Olehnya itu, diharapkan Perindag, Bulog, maupun anggota legislatif lainnya hendaknya aktif melakukan pengawasan.

Masih tingginya harga minyak goreng lantaran pemerintah mencabut aturan harga eceren tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter. Sementara data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga minyak goreng kemasan bermerek 1 secara nasional mencapai Rp 22.100 per kg.

Menurut Semuel, harga minyak goreng kemasan berpotensi mengalami penurunan, sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku. Jika minyak gorengnya makin banyak aneka merek, harganya akan menurun sesuai dengan kompetisi dan leveling dari market mereka. (agus).

Exit mobile version