MAKASSAR, BKM — Tiga komoditi bahan kebutuhan pokok kembali langka di Sulsel. Stok minyak goreng diketahui kian menipis, sementara untuk gula dan daging beku bahkan kosong. Sementara masih menunggu pengiriman.
Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo, membenarkan beberapa komoditi di pasaran ditemukan mengalami kelangkaan, stoknya berkurang dan dikhawatirkan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel.
“berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, dan forkopimda di Sulsel yang dipimpinan langsung sekretaris daerah, memang msih ada yang kurang. seperti gula itu kurang,”kata Ashari, Selasa (22/3) di kantor Gubernur Pemprov Sulsel.
Walau begitu, dari komunikasi yang terbangun, pihak Bulog sendiri lanjut Ashari telah menjamin ketersediaan gula akan segera masuk dalam waktu dekat. Termasuk beberapa kebutuhan lainnya.
“Alhamdulillah Bulog menjamin ketersediaan itu karena akan masuk barangnya. Termasuk dari PTPN III ( Perkebunan Nusantara) akan masuk 2.0000 ton atau sekitar 2 juta kilogram. Kami yakin gula aman termasuk juga kebutuhan lainnya,”terangnya.
Sementara untuk stok minyak goreng curah juga terjadi kelangkaan di sejumlah pasar tradisional di Makassar. Olehnya itu, Ashari mengaku telah menjadwalkan pertemuan dengan pihak distributor terkait masalah tersebut.
“Menyangkut ketersediaan stok minyak curah, besok kami akan lakukan rapat dengan mengundang pihak distributor untuk membicarakan langsung persoalan ini,”katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Redindo Kemal Putra mengatakan, data yang masuk di Dinas Ketahanan Pangan, terjadi kekurangan stok minyak sebanyak 3.000 lebih ton yang tidak bisa mencakup kebutuhan di Sulsel.”Dalam data kami, stok minyak goreng itu minus 3000 sekian ton untuk kebutuhan di Sulsel.,”sebutnya
Selain ditemukan harga minyak goreng kemasan yang naik, mengaku terjadi kelangkaan untuk minyak curah di pasaran.
“Yang memang banyak lepas itu, minyak kemasan hal ini karena memang ada menerapkan HET yang tidak dibatasi oleh kementerian perdagangan. Membuat harga makin lama makin naik.”jelasnya.
Sementara untuk 9 pangan lokal yang seperti cabe, beras, dikatakannya tidak ada masalah dengan ketersediaan.”Untuk sembilan itu kami jamin, selain minyak goreng masih terus berusaha menyiapkan kekurangan yang ada,”katanya.
Kepala Kantor Wilayah Bulog Sulselbar Bachtiar AS menambahkan untuk stok beras saat ini masih aman hingga 12 bulan ke depan, jumlahnya di gudang saat ini mencapai 130.000 ton.
“Jadi secara umum kebutuhan beras Sulsel untuk Ramadan mendatang masih cukup, itu kalau dihitung cukup sampai 12 bulan,”ujar dia. (jun)
