Site icon Berita Kota Makassar

Muzayyin Kunjungi Pabrik Benih Jagung Milik Pemprov

MAROS, BKM–Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif melakukan kunjungan di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Selasa (22/3)
Dalam kunjungan tersebut, Muzayyin meninjau pabrik benih jagung di Pucak yang menjadi milik pemerintah Provinsi Sulsel.
“Saya melakukan kunjungan ke pabrik benih jagung di Kecamatan Tompobulu. Kita melihat kondisi aktualnya, bagaimana pun kita berharap pabrik ini beroperasi dengan baik dan menghasilkan kontribusi baik untuk Sulsel maupun masyarakat sekitar pabrik”, kata Muzayyin.
Berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Provinsi Sulsel, mestinya pabrik tersebut telah berproduksi sejak Juli 2021 lalu. Padahal diharapkan pabrik yang berkapasitas 1.000 ton itu mampu memenuhi kebutuhan benih jagung petani di provinsi ini sebesar 15 persen dari total kebutuhan 6.000 hingga 7.000 ton per tahun.

Awalnya Perseroda Sulsel mengaku siap mengelola pabrik benih bersama dengan Dinas Pertanian, namun hingga saat ini masih belum berjalan. Terdapat potensi mangkrak, mesin produksi, mulai mesin dryer, blower, mesin sortir, sampai perawatan benih bisa macet jika tidak dioperasikan dan di-maintenance.
Muzayyin bertemu dengan petugas di lapangan, Ahmad. Ia menyampaikan bila sampai mesin-mesin ini macet, siapa yang akan bertanggungjawab?.
Untuk bisa mengoperasikan mesin secara optimal, dibutuhkan tongkol benih jagung dari penangkaran seluas 600 hektare atau sekitar 250 ton/unit mesin. Namun, hal ini yang menjadi kendala sehingga belum bisa memaksimalkan produksi.

Untuk itu, Muzayyin meminta agar kelompok petani jagung dikoordinir dengan baik, lakukan pendekatan, pembinaan dan pendampingan. “Pabrik benih jagung harusnya bermitra dengan para petani sebagai penangkar.
Dari petani, lalu ke pabrik, kemudian masuk ke industri akan memberi kontribusi lebih besar kepada mereka,”jelas legislator asal Maros itu.
Pabrik benih jagung ini harusnya memberi peluang bagi tenaga kerja baru, menjadi sumber pendapatan daerah potensial, serta pencapaian pertumbuhan ekonomi secara makro di Sulsel. (rif)

Exit mobile version