PAREPARE, BKM — Aktifitas kegiatan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Rakyat Cappa Ujung Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Soreang Parepare menuai sorotan dari warga masyarakat sekitar pelabuhan.
Termasuk Pemkot Parepare setelah menerima keluhan warga terhadap dampak debu dari angkutan batu bara yang lalu lalang depan rumah mereka. Selain itu, juga dampak dari berpotensinya kerusakan jalan daerah yang dilalui mobil truk pengangkut batu bara dengan kapasitas muatannya melebihi dari yang ditentukan.
Seorang ibu rumah tangga Mukarrama yang bermukim disekitar pelabuhan kepada BKM, Kamis (24/3) mengeluhkan aktifitas bongkar muat batu bara tersebut.
Menurutnya, sejak dari beberapa waktu lalu kita disini seperti mandi debu, rumah dan alat rumah tangga semua berdebu akibat mobil truk lalu lalang depan rumah.
Sebelumnya, Ketua Prodi Kesmas Umpar Ayu Dewi Putri mengungkapkan debu dari batu bara apabila dihirup manusia dapat menimbulkan penyakit infeksi pernapasan, bronhitis kronis, hingga penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK.
Sementara Sekkot Parepare Iwan Asaad mengatakan, Pemkot berkewajiban memantau dampak yang bisa ditimbulkan dari aktifitas bongkar muat batu bara di Parepare.
”Kalau ditemukan ada yang tidak kesesuaian, maka dilakukan penghentian kegiatan. Dishub dan PUPR juga berkewajiban melakukan pemantauan pada aktifitas itu,” tegasnya. (mup/C)

