BULUKUMBA, BKM — Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba menggelar rembuk stunting dalam rangka pencegahan stunting di daerahnyadi Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (23/3). Saat ini isu stunting menjadi prioritas pemerintah dalam pembangunan kesehatan. Indonesia adalah negara ke-5 dengan jumlah balita tertinggi mengalami stunting.
Di Kabupaten Bulukumba jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 30,8 persen berdasarkan hasil Survei Studi Status Gizi Indonesia. Atas kondisi tersebut Dinas Kesehatan mengundang berbagai stakeholder.
Kadis Kesehatan, Hj Umrah Aswani berharap kegiatan rembuk dapat melahirkan penyamaan perspektif dalam mengintervensi jumlah stunting yang ada di Kabupaten Bulukumba
“Dalam penanganan diharapkan komitmen seluruh instansi terkait untuk menjadikan stunting sebagai skala prioritas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Andi Edy Manaf yang membuka Rembuk Stunting menyampaikankurangnya gizi pada masa kanak-kanak berkonsekuensi bukan saja di usia kecil anak, tetapi berdampak pada sepanjang hidupnya.
Stunting akan memengaruhi kapasitas belajar pada usia sekolah, nilai dan prestasinya, bahkan produktivitas ekonomi, sehingga pemerintah pusat sampai daerah menyadari betul persoalan ini dan telah menjadikan penanggulangan stunting sebagai prioritas.
“Olehnya itu penting seluruh OPD terkait menyusun Rencana Kerja untuk APBD yang mendukung pencegahan dan penanggulangan Stunting di Bulukumba,” pintanya. (min/C)

