MAKASSAR, BKM — Biro Umum Setda Pemprov Sulsel telah menganggarkan biaya sebesar Rp3,6 miliar untuk pemeliharaan rutin rumah jabatan gubernur Sulsel, yang berlokasi di Jalan Sungai Tangka No 31 Makassar.
Anggaran tersebut saat ini digunakan untuk biaya perbaikan rumah jabatan 2022 yang masih belum ditempati Andi Sudirman Sulaiman.
Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel, Andi Eka Prasetya, mengatakan, rumah tersebut hanya diperbaiki pada beberapa sisi interior. Hal itu memang merupakan bagian dari pemeliharaan rutin setiap tahun.
“Perencanaan ada di tahun sebelumnya. Siapa pun, bahkan jika gubernur sebelumnya masih tetap akan dilakukan perencanaan sesuai kebutuhan seperti yang telah kami rencanakan,” kata Eka di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (23/3).
Tahun lalu, kata Eka, pihaknya meninjau kondisi rumah tersebut. Menurutnya, rumah itu sangat membutuhkan perbaikan.
Salah satunya ada beberapa bagian dinding yang bocor karena lembab dan basah. Kondisi itu dianggap sangat memprihatikan untuk ukuran sebuah rumah dinas seorang kepala daerah.
“Kita harus menjaga wibawa itu rumah jabatan kepala daerah,” kata Eka.
Namun Biro Umum tidak sampai mengubah struktur bangunan rumah karena merupakan salah satu cagar budaya. Perbaikan hanya difokuskan pada interior.
Selain itu, beberapa bagian di lantai satu dan dua sedang diperbaiki termasuk kamar presiden. Beberapa bagian lagi di sisi kanan tengah dalam tahap penyelesaian.
“Untuk itu kami telah mengalokasikan kegiatan perbaikan-perbaikan seperti tadi guna mempertimbangkan tidak mengubah struktur yang telah ditentukan di cagar budaya itu,” kata Eka.
Pengerjaan itu membuat Andi Sudirman Sulaiman yang kini telah resmi menjadi gubernur Sulsel belum bisa menempati rumah tersebut. Hal itu dikhawatirkan akan membuat kegiatan dan aktivitas penerimaan tamu di sana terganggu.
Saat ini, Andi Sudirman masih menempati rumah jabatan wakil gubernur di Jalan Yusuf Dg Ngawing Makassar. Eka pun memastikan pengerjaan tersebut segera rampung sehingga bisa segera ditempati.
“Pak gubernur akan menempati saat ramadan. Yang penting kami harapkan adalah kepuasan tamu negara dan masyarakat yang berkunjung,” kata Eka. (jun)
