PANGKEP, BKM — Puluhan delegasi dari sejumlah kedutaan besar di dunia bersama perwakilan lembaga donor internasional mengunjungi Kampung KB di Sumpabita, Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Kamis (24/3).
Mereka berasal dari Belanda, Jepang, Australia, Seyshelles, Filipina, Canada, Mozambil, serta UNFPA dan WHO Indonesia.
Kedatangan para perwakilan kedubes itu disambut tari Paduppa di Rumah Jabatan Bupati. Selanjutnya diterima oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau bersama Ketua TP PKK Nurlita Nur Wulandari serta unsur Forkopimda.
Dari rujab setelah dijamu sarapan, rombongan selanjutnya menuju kampung KB di Balocci.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau( MYL) menyampaikan ucapan selamat datang kepada delegasi kedubes dan perwakilan lembaga donor internasional.
Dalam penjelasannya, MYL menyebutkan bahwa saat ini Pangkep telah memiliki 51 kampung KB dari 103 desa dan kelurahan. ”Kita targetkan keseluruhan desa dan kelurahan menjadi kampung KB,” ujar MYL.
Kampung KB, kata MYL, diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Khususnya UMKM yang akan hadir untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Para dubes dan beberapa perwakilan kedubes yang menggelar agenda Ambassador Goes To Kampung KB melihat secara langsung beberapa kegiatan masyarakat di kampung Sumpabita
.
Salah satu tantangan dari Kampung KB, seperti disampaikan MYL, yakni kekurangan tenaga bidan desa. Padahal peran bidan sangat dibutuhkan untuk menekan angka stunting.
“Saat kami baru jadi bupati, angka stunting capai 14 persen. Setelah dilaksanakan sejumlah program, angka stunting berhasil ditekan dan turun sebesar 2 persen. Sehingga saat ini tinggal 12 persen,” kata MYL.
Untuk semakin mengurangi angka stunting, Pemkab Pangkep terus berupaya melakukan penyuluhan dan pemberian makanan bergizi guna meningkatkan kualitas anak. Baik saat masih dalam kandungan maupun ketika lahir, sehingga risiko mengalami stunting bisa dikurangi.
Deputi Balitbang BKKBN RI Prof Muhammad Rizal Martua Damanik menerangkan, BKKBN bersama mitra kedutaan negara-negara sahabat dan lembaga donor internasional datang ke Pangkep, khususnya di Balocci untuk melihat secara langsung program Bangga Kencana. Khususnya percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
“Kita mengunjungi Balocci untuk melihat program yang dilaksanakan,”ucap Prof Rizal.
Ia melanjutkan, BKKBN di tahun 2021 menerima mandat dan tugas dari presiden untuk berperan sebagai ketua tim percepatan punurunan angka stunting.
Presiden memberikan amanat untuk menurunkan angka stunting sebesar 14 persen hingga tahun 2024.
“Alhamdulillah, kita dengarkan tadi bahwa Pangkep telah melampuai target yang diamanatkan oleh bapak presiden yaitu 12 persen. Selamat,” katanya.
Dalam upaya menggalang kemitraan dukungan asing terhadap program Bangga Kencana, termasuk penurunan stunting, BKKBN meluncurkan Ambassador Talk.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengundang negara sahabat dan lembaga donor internasional untuk mendiskusikan program Bangga Kencan yang dikelola oleh BKKBN. Khususnya program RANPASTI dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Melalui ambassador talk ini, kita harapkan negara sahabat terekspos tentang apa yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia. Sekaligus media bertukar pikiran mengenai masing-masing pengalaman negara dalam mengatasi permasalah kesehatan negara masing-masing,” jelasnya.
Indonesia dengan strategi RANPASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting) dengan beragam program juga hadir di Balocci.
”
Di antaranya DASA, dapur sehat atasi stunting,” imbuhnya.
Melalui pertemuan ini, lanjutnya Prof Rizal Damanik, diharapkan menggalang dukungan untuk program stunting di Kampung KB. Menarik minat negara sahabat untuk belajar dan berbagi pengalaman pelaksanaan program Bangga Kencana. (udi)
