Site icon Berita Kota Makassar

Festival Rebus Digelar Berkesinambungan

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menggelar Festival Rebus, Minggu (27/3). Even ini dilaksanakan guna menyiasati harga minyak goreng yang melambung tinggi setelah sebelumnya sempat langka.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menginstruksikan seluruh OPD, camat, lurah, hingga ke tingkat RT/RW merebus serta memasak sejumlah pangan pokok seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, pisang, kacang tanah dan lainnya. Selain untuk dikonsumsi sama-sama, juga dibagikan ke tetangga dan orang-orang di sekitarnya.

Danny yang menginisiasi festival ini, secara khusus membeli langsung sejumlah bahan pokok untuk direbus. Menggunakan sepeda, sekitar pukul 07.30 Wita, ia menuju Pasar Terong untuk berbelanja. Di sana dia membeli pisang, ubi jalar, ubi kayu, dan jagung dengan jumlah yang cukup banyak. “Sekalian mau dibagi-bagi ke tetangga,” ujarnya.
Tiba di rumah, Danny langsung terjun ke dapur untuk memasak sendiri bahan-bahan yang telah dibeli. Sambil memasak, kepada wartawan, Danny mengatakan dulu orang tuanya suka menyajikan aneka makanan rebusan.
“Yang paling saya suka itu ubi ungu rebus. Rasanya enak, mengenyangkan, dan berkhasiat karena memiliki zat anti kanker,” ungkapnya.
Dia mengatakan, menghadapi persoalan krisis minyak goreng, kita jangan saling menyalahkan. Sebaiknya sama-sama cari solusi
“Kita cenderung saling mencela, saling menyalahkan kalau ada krisis seperti itu. Kenapa kita tidak coba cari solusi? Nah, kami ada dua solusi yang ditawarkan. Pertama, penuhi kuota minyak goreng. Ini yang persoalan, karena tentunya sebagian minyak itu menjadi bahan bakar. Kedua, kurangi konsumsi dalam negeri soal minyak goreng. Caranya, pemerintah tentunya harus mengkampanyekan bahwa merebus lebih sehat daripada menggoreng,” tambah Danny.

Dengan Festival Rebus ini, diharapkan 22 ribu pegawai Pemkot Makassar membeli bahan di pedagang-pedagang yang ada di pasar. Selain itu, dengan merebus bahan makanan otomatis konsumsi minyak goreng akan menurun.
“Bayangkan kalau satu hari saja dalam seminggu konsumsi goreng-gorengan dikurangi. Berarti kebutuhan minyak goreng menurun,” tambahnya.
Rencananya, Festival Rebus Makassar ini akan terus berlanjut dan menjadi agenda Pemerintah Kota Makassar. Ke depannya, seluruh kegiatan Pemkot Makassar akan menyajikan rebusan untuk menjadikan masyarakat hidup lebih sehat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar Muhammad Rheza menjelaskan, untuk menyukseskan Festival Rebusan ini agar tetap berkesinambungan, kuncinya ada di kelurahan dan kecamatan. “Kalau dinas sekadar mengimbau. Nanti Pak Wali buat edaran ke camat dan lurah membiasakan rebusan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, selain lebih murah, mengonsumsi pangan yang direbus lebih menyehatkan. Selain itu, juga meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) ikut ambil bagian dalam Festival Rebus ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar Firman Pagarra, mengatakan pihaknya ingin ikut menyosialisasikan dan menggalakkan pola makan sehat dengan memakan makanan rebus minimal sehari dalam seminggu. Juga bertujuan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, andil dalam menerapkan pola hidup sehat dengan mulai mengonsumsi makanan yang direbus. Pada pukul 10.10 Wita, DPPPA Makassar bersama siswa sekolah memeriahkan festival tersebut di Kecamatam Ujung Tanah.
“Kami DPPPA Makassar ikut memeriahkan festival rebus Makassar bersama siswa sekolah minggu pagi,” kata Kadis PPPA Achi Soleman.
Dia mengatakan, dalam momentum festival rebus ini, DPPPA hadir secara langsung memotivasi sejumlah anak-anak binaan shelter Pattingalloang yang berlokasi di Kecamatan Ujung Tanah. “Bersama anak-anak dari sekolah, mereka akan percaya diri,” ujarnya.
Achi, sapaan akrabnya, menyampaikan rasa haru, dengan harapan kesempatan ini anak-anak terbiasa mendapatkan kudapan sehat dan bergizi dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada di kota Makassar. “Selama festival berlangsung anak-anak mengikuti lomba memakan makanan rebusan. Sejumlah hadiah disiapkan untuk memotivasi anak membiasakan memakan makanan sehat dengan rebusan,” jelasnya.
Festival Rebusan ini juga diramaikan warga pada tingkat RT dan RW. Seperti di Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini. Ratusan orang ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di ORW 14. Lurah Minasa Upa, Ibrahim yang didampingi istri berbaur dengan warga. Para penjabat RT/RW hadir memeriahkan acara ini.
Kudapan yang telah direbus disajikan. Seperti ubi jalar, jagung, pisang dan semacamnya. Makanan tersebut dikonsumsi setelah pelaksanaan senam bersama. (rhm)

Exit mobile version