Site icon Berita Kota Makassar

Hanura Kencangkang Konsolidasi Agar tak Tertinggal

MAKASSAR, BKM–Meski Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Selatan baru saja mendapat ketua baru pada musdalub 15 maret lalu, namun partai yang dipimpin Oesman Sapta Oddang (OSO) ini juga tidak ingin ketinggalan dalam mengajukan nama bakal calon wakil bupati di Luwu Timur.
Partai Hanura merupakan salah satu pengusung Budiman pada pemilihan bupati (pilbup) 2020 lalu. Untuk itu, OSO telah mempersiapkan satu nama untuk diusulkan dan dipilih di Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD). Tak sekedar mengajukan nama, namun Partai Hanura tengah melakukan lobi-lobi agar kader terbaiknya dipilih.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik dan Media DPC Hanura Lutim, Alfian Alwi mengemukakan bila DPP sudah mengeluarkan Surat Putusan (SK) kepada sekretaris DPC yang juga anggota DPRD Luwu Timur, Rully Heryawan.
“Kalau kami di Hanura sudah sepakat satu nama kepada pak Rully, bahkan pak Rully sudah mengantongi SK dari DPP,”ujar Alfian.
Dirinya menyebutkan jika saat ini tinggal menunggu Panitia Pemilihan (Panlih) membuka pendaftaran yang jadwalnya baru dibuka pada tanggal 7 April nanti dan itu selama dua pekan. Setelah pendaftaran dibuka dirinya langsung memasukan ke Panlih. “Jadi kita tinggal siapkan berkas-berkas, setelah itu baru kita sedoronkan ini ke Panlih (Panitia Pemilihan),” ucapnya.

Diketahui pada pilbup 2020 lalu, pasangan Thorig Husler-Budiman telah diusung oleh delapan partai politik, empat diantaranya sudah dipastikan tak menyiapkan kadernya mulai dari PKB, PBB, PKS. Tiga Partai ini tau diri karena hanya memiliki satu kursi. Sementara PDIP tak mengusulkan kader, sebab Budiman merupakan ketua DPC PDIP Lutim.
Anggota DPRD Lutim menyebutkan empat partai tersebut sudah hampir dipastikan tidak mengusulkan kadernya, sehingga kata dia sudah melakukan pendekatan, jika Rully salah satu calon wakil bupati yang akan dipilih.
“Segala komunikasi kita lakukan, baik itu dilakukan secara langsung oleh pak Rully secara khusus maupun teman-teman dari Hanura sendiri,” ucapnya.

Yang paling dia dekat yakni PBB, karena partai besutan Yusril Ihza Mahendra masuk dalam fraksi Hanura karena hanya memiliki 1 kursi. “Meskipun PBB bersama kita dalam fraksi, kita juga tempuh jalur komunikasi agar kita bisa sama-sama,” harapnya.
Tak kalah penting yakni dua partai rivalitasnya pada pilbup lalu yakni Demokrat dan Nasdem karena mereka memiliki suara saat dilakukan pemilihan di DPRD.
“Biar bagaimanapun mereka juga memiliki suara. Nasdem empat suara dan Demokrat dua suara,”pungkasnya. (rif)

Exit mobile version