BULUKUMBA, BKM — Pemkab Bulukumba kini memberlakukan retribusi (berbayar) terhadap para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang akan memasuki kawasan wisata Titik Nol Tanjung Bira.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba H Daud Kahal menjelaskan jika pemberlakuan retribusi tersebut merupakan pelaksanaan Keputusan Bupati Bulukumba Nomor:188.45-125 Tahun 2022 Tentang Penetapan Obyek Tempat Rekreasi Lainnya dan Tarif Retribusi yang Dikelola oleh Pemerintah Daerah, tanggal 25 Februari 2022.
“Penarikan retribusi mulai kami berlakukan dengan menempatkan Pos Retribusi menuju Kawasan Titik Nol sejak 19 Maret 2022,” ungkapnya.
Menurutnya, dasar penarikan retribusi itu juga mengacu ke Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, dan Peraturan Bupati Bulukumba Nomor 68 Tahun 2015 Tentang Perubahan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Kabupaten Bulukumba.
Daud menambahkan Kawasan Wisata Titik Nol sesungguhnya diatur melalui Perjanjian Kerjasama Operasional antara Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba tentang Pemanfaatan Kawasan Hutan Lindung untuk Kegiatan Wisata Tanjung Bira Pada Wilayah UPTD KPH Unit XV Jeneberang II Provinsi Sulsel berdasarkan Perjanjian Kerjasama tanggal 30 November 2020.

Dalam klausul kerjasama tersebut diatur tentang bagi hasil pemanfaatan kawasan hutan 35 persen untuk provinsi dan 65 persen untuk Kabupaten. Pemprov dalam beberapa tahun terakhir telah mengalokasikan puluhan milyar Bantuan Keuangan kepada Pemkab Bulukumba untuk pembangunan kawasan wisata termasuk titik nol.
Kalaupun, katanya ada pihak yang menganggap bahwa pemerintah melakukan penarikan retribusi dobel di Pos Pintu Masuk, maka harus dipahami bahwa regulasi yang mengatur tentang wisatawan yang akan berkunjung di Kawasan Wisata Titik Nol itu didasari atas aturan dan pertimbangan bahwa itu adalah obyek wisata lainnya, serta adanya kesepakatan bagi hasil dengan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Di banyak daerah tentu hal ini juga banyak dijumpai setiap memasuki satu obyek maka ada pemberlakukan retribusi. Di tahun anggaran 2022 ini, Disparpora diberi target pendapatan sebesar Rp 8 milyar dalam APBD, meningkat Rp 2 milyar dari tahun sebelumnya.
“Kami berharap adanya obyek wisata di titik nol akan memberikan alternatif bagi pengunjung atau wisatawan yang datang di Bulukumba,” jelas Kadis Parpora Daud Kahal.
Untuk diketahui pengenaan tarif retribusi masuk Titik Nol sebagai berikut :
dewasa Rp 10 ribu, anak-anak Rp 5 ribu dan mancanegara Rp 20 ribu. (min/C)

