MAKALE, BKM — DPRD Tator dan Pemkab Tator mendukung penuh perjuangan Pemuda dan Masyarakat Kayuosing Bersatu (PMKB) terkait dengan permohonan sambungan aliran listrik PLN di wilayahnya. Sebelumnya, warga Kecamatan Rembon ini pada Senin (21/3) lalu menggeruduk DPRD Tana Toraja tapi tak ada menemui karena mengingat para anggota dewan sedang reses.
Kekecewaan massa aksi akhirnya terobati setelah Senin (28/3) kemarin aspirasi mereka diterima Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi, Christian Talebong, Kristian HP Lambe, Kendek Rante, Randan P Sampetoding, Yohanis Lithang Tombilangi dan Yuli Saranga di ruang rapat pimpinan DPRD.
Usai pertemuan Welem mengatakan, pada prinsipnya dewan mendukung penuh perjuangan PMKB yang belum menikmati listrik. Menurutnya DPRD bersama eksekutif siap memfasilitasi perjuangan warga untuk konsultasi dengan pimpinan PLN Wilayah Sulsel, Barat, dan Tenggara. Sebab di Tator masih ada beberapa Lembang yang belum mendapatkan sambungan aliran listrik PLN.
Di kecamatan Saluputti, juga Malimbong Balepe, Rantetayu, Kurra, Bittuang, Masanda, Simbuang Mappak, Rano, dan Bonggakaradeng.
Welem berjanji dalam waktu dekat DPRD bersama Pemkab akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kayuosing konsultasi dengan Pimpinan PLN Wilayah Sutanbatara di Makassar, untuk segera ditindaklanjuti ke Menteri ESDM, Menteri BUMN, Menteri Pendidikan, dan DPR RI.
Terkait keluhan warga Kayuosing ada oknum melakukan pungutan atas nama PLN Cabang Makale dengan dalih biaya pemasangan instalasi dalam rumah, dewan desak Polres Tana Toraja kordinasi PLN usut tuntas perbuatan tercela tersebut dan diproses hukum sesuai aturan dan mekanisne yang berlaku, ujar Welem.
Perwakilan PMKB Sriwanus Erpi Balatau menjelaskan, aspirasi disampaikan ke dewan karena dinilai sangat urgen guna mencerdaskan generasi muda.
Masa pandemi Covid-19 pelajar, dan siswa, maupun mahasiswa belajar daring. Lantaran listrik belum ada terpaksa anak sekolah harus naik gunung cari signal hingga malam hari. (gus/C)
