TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Makassar menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga sejumlah bahan pokok di pasaran.
Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Rusmayani Madjid, menerangkan, pemerintah berharap masyarakat bisa fokus dalam menjalankan ibada puasa tanpa harus memikirkan harga-harga kebutuhan pokok.
“Kita berupaya untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Ini juga menjadi instruksi Pak Wali (Danny Pomanto) agar seluruh stakeholder terkait memperkuat sinergi sehingga tidak terjadi kelangkaan dan juga gejolak harga bahan pokok. Dan warga kita bisa tenang menjalankan Ibadah di bulan puasa” ujar Rusmayani yang juga Koordinator TPID Kota Makassar.
Sementara itu, Deputi Direktur Bank Indonesia, Hasiando G. Manik mengatakan bahwa kondisi global telah ikut mempengaruhi kondisi dalam negeri, termasuk bahan pokok yang produknya bersumber dari luar negeri.
“Kita berharap produk lokal seperti ikan, cabe, bawang goreng serta yang lainnya dapat kita kendalikan. Kita bersama-sama di TPID saling bersinergi, termasuk dengan aparat keamanan demi menjaga lancarnya rantai pasok dan memastikan tidak ada penimbulan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab” ujar Hasiando.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Harisun mengajak seluruh stakeholder untuk memassifkan pesan ke publik agar tidak melakukan Panic Buying mengingat stok minyak goreng sebenarnya cukup memadai.
“Salah satu penyebabnya yakni Panic Buying. Banyak masyarakat kita, terutama ibu-ibu rumah tangga yang melakukan belanja minyak goreng secara berlebihan melebihi kebutuhan yang sebenarnya. Makanya informasinya yang harus di perbaiki. Mari kita membeli minyak goreng sesuai kebutuhan saja” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Kota Makassar, Nur Kamarul Zaman, menekankan, pentingnya mengendalikan laju inflasi dengan strategi 4K.
“Strategi 4K adalah bagian dari pemulihan ekonomi nasional, yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif demi menjaga inflasi ditengah masyarakat” ujar Nur Kamarul Zaman yang juga merupakan Sekretaris TPID kota Makassar.
Menurutnya, data Februari Tahun 2022 menunjukkan Kota Makassar mengalami Deflasi sebesar 0,06 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender 2022 sebesar 0,50 persen, dan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 2,10 persen. Andil sepuluh komoditas yang dominan terhadap inflasi yakni bawang merah, air kemasan, tempe, gula pasir, shampoo, emas perhiasan, sabun mandi, ikan cakalang dan ikan sisik, sabun detergen bubuk dan cair, serta udang basah.
Sementara itu, sepuluh komoditas yang dominan terhadap Deflasi yakni cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, kacang Panjang, cabai merah, kangkung, ikan bandang dan ikan bolu, jeruk nipis dan limun, kol putih dan kubis, serta daging ayam ras.
Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah stakeholder, diantaranya Bank Indonesia, Bulog, PD Pasar, OPD terkait, distributor bahan pokok, termasuk TNI dan Polri. (rhm)
