GOWA, BKM — Ratusan santri TK/TPA diwisuda di kompleks Rumah Adat Baruga Benteng Sombaopu, Kabupaten Gowa, Minggu (27/3). Kegiatan ini cukup diminati dan mendapat perhatian banyak orang. Karena panitia pelaksana berhasil memainkan kekuatan argumentasi cerdas.
Sebanyak 400 santri dari 47 kelompok belajar Tk/TPA di lima desa dan dua kelurahan, mengikuti ujian wisuda dua kali. Ujian pertama di tempat belajar masing-masing. Ujian kedua sebelum wisuda di Benteng Sombaopu.
Terkait dengan aktivitas ini, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Gowa, Saleh Hamid, Ketua DPK Kecamatan Barombong, H Syahrir Rajab, serta Camat Barombong, Anwar Asru, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya dengan respon dan apresiasi yang tulus.
Dalam pemaparan ketiga pembina tersebut, mereka menyuarakan pentingnya peranan TK/TPA dimasa teknologi. Mengapa demikian, wisuda tidak hanya telah menanamkan keyakinan kukuh dalam diri para santri tentang kreativitas manusia. Melainkan juga membuat santri percaya bahwa manusia dilahirkan tidak untuk menanggung kebodohan dan kemiskinan ilmu.
Olehnya itu, baik Anwar Asru maupun Saleh Hamid dan Syahrir Rajab, optimis melalui pendidikan pra sekolah di tingkat TK/TPA selain memberi makna baru bagi agama, juga selalu siap mengisi kebutuhan dasar manusia untuk selamanya.
Pengetahuan yang diperoleh anak didik bukan sekadar definisi. Tetapi juga dimensi. Di dalamnya adalah tata cara dan gaya hidup. Idiologi yang mampu menembus ruang dan waktu dengan konsep hidup yang komprehensif.
”Karena itu, kepada santri diajarkan agar senantiasa jadi panutan moral, memberikan kemudahan bagi mereka yang kesusahan, mengembalikan hak mereka yang tidak diberikan hak, melindungi yang lemah dan yang teraniaya. Semua itu menyatu dalam diri santri,” pungkas Syahrir Rajab.
Sekretaris acara, Abdul Wahid Naba dan Mustamin Muntu menyebutkan, dari 400 santri diwisuda, 15 orang di antaranya yang meraih predikat terbaik. Untuk terbaik I atas nama Muh Arief Kurniawan dengan nilai 98,20, terbaik II atasnama Khusnul Khotimah 98,46, dan terbaik III Nur Athifah Ramadani 98,20. (zai)

