Site icon Berita Kota Makassar

Ulla Oppo, IAS Ditawari ke DPP

MAKASSAR, BKM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya kembali menetapkan Ni’matullah Erbe sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan. Ia oppo untuk menakhodai Demokrat Sulsel periode 2022-2027.
“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) DPP telah menetapkan kembali saya sebagai ketua DPD Partai Demokrat Sulsel periode 2022-2027,” ucap Ulla, Rabu (30/3).
Usai dinyatakan terpilih kembali, Ulla yang juga wakil ketua DPRD Provinsi Sulsel dua periode ini tidak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak agar dirinya mendapat amanah dari DPP. “Saya sampaikan terima kasih banyak atas dukungan dan doanya kepada saya selama ini. Salam hormat saya,” ucap Ulla.
Tak hanya itu, Ulla menegaskan siap membesarkan Partai Demokrat dengan menaikkan perolehan suara dan kursi Demokrat Sulsel bersama Ilham Arief Sirajuddin (IAS). “Termasuk merangkul semua DPC dan kader yang mendukung Pak IAS di Musda lalu,” terangnya.
IAS pun mengaku siap membesarkan Partai Demokrat bersama Ulla. “Iya, saya tetap akan membantu,” kata IAS yang juga pernah tercatat sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel setelah kepemimpinan A Reza Ali ini, kemarin.
Politisi senior ini pun legowo setelah dirinya tidak mendapat amanah memimpin Demokrat Sulsel. Meski begitu, mantan wali kota Makassar dua periode ini ditawari posisi di DPP. DPP menilai potensi dan ketokohan IAS layak untuk memperkuat kepentingan politik Partai Demokrat regional Pulau Sulawesi.

Ketua Bappilu DPP Demokrat Andi Arief, menyampaikan IAS merupakan sosok yang mempunyai pengaruh kuat di Sulawesi, khususnya Sulsel. Olehnya itu, DPP Demokrat menaruh harap agar IAS bisa berkiprah di partai berlambang bintang mercy pada jenjang lebih tinggi.
“IAS merupakan sosok yang punya pengaruh kuat. Beliau merupakan tokoh yang bisa menutupi kebutuhan politik Demokrat tingkat regional,” ucap Andi Arief, Rabu (30/3).
Informasi yang dihimpun, pascakeputusan DPP menetapkan Ulla sebagai ketua DPD Demokrat Sulsel, IAS diberikan dua opsi. Pertama, tetap menjadi bagian struktur di daerah alias tetap di Demokrat Sulsel. Kedua, ditarik ke pusat alias DPP.
Sekadar diketahui, keputusan tim tiga DPP Demokrat yang memilih Ulla sendiri mengabaikan suara mayoritas alias akar rumput. Tim tiga DPP yakni Ketua Umum AHY, Sekjen Teuku Riefky Harsya dan Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron.
Dalam agenda pemilihan calon ketua, IAS berhasil mengumpulkan mayoritas pemilik suara dengan total 16 DPC. Sedangkan, Ulla mengumpulkan sembilan suara, yang terdiri dari delapan DPC dan sati DPD. Sisanya satu suara dari DPP menyatakan abstain.
Agenda musda memang sebatas menetapkan calon ketua untuk selanjutnya menjalani rangkaian proses, sebelum ditetapkan oleh Tim 3 DPP yakni ketua umum, sekjen dan kepala BPOKK.
Ulla telah menjabat sebagai ketua DPD untuk periode kedua yakni periode 2016-2021 serta periode 2022-2027. Sebelumnya, Ulla menjabat wakil ketua OKK DPD Partai Demokrat Sulsel periode 2006 – 2011, wakil ketua II DPD Partai Demokrat Sulsel 2011-2016, dan plt ketua DPD Demokrat Sulsel 2014-2016.

Selain itu, Ulla juga pernah tercatat sebagai Presidium KAHMI Sulsel periode 2016-2021 dan 2021-2026.
Ni’matullah lahir di Makassar 9 September 1965. Tinggal di Jalan Borong Raya Kompleks Graha Indah Family Blok B, nomor 31 Manggala Makassar. Ia menamatkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 26 Pattingalloang, Makassar tahun 1979, dan tamat SMP Muhammadiyah III Bontoala Makassar 1982. Selanjutnya Ulla menyelesaikan studi di bangku SMA Negeri IV Makassar tahun 1985.
Ulla lalu kuliah di Fakultas Ekonomi Unhas jurusan akuntansi dan selesai tahun 1995. Saat menjadi mahasiswa, Ulla pernah tercatat sebagai ketua umum Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas tahun 1989-1990, serta wakil ketua senat mahasiswa Unhas 1991-1992. Ulla juga pernah tercatat sebagai sekjen Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomis se-Indonesia 1990-1992, serta sekretaris umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel 1998-2001. (rif)

Exit mobile version