MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar kembali melakukan pendidikan pemilih melalui Program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (KP3).
Program KP3 ini sudah memasuki angkatan ke-11 yang digelar di Hotel Karebosi Primer Makassar, Rabu (18/5).
Kegiatan tersebut difasilitasi Kesbangpol Makassar dihadiri kader KP3 serta tokoh masyarakat Kecamatan Makassar.
Seperti kegiatan sebelumnya, KP3 menghadirkan tiga Komisioner KPU Makassar sebagai pemateri antara lain, M. Faridl Wajdi selaku Ketua KPU Makassar, Romy Harminto selaku Kordiv Perencanaan, Data, dan informasi, dan Endang Sari selaku Kordiv Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Parmas.
Materi pertama hari ini terkait politisasi SARA dan ancaman Keberagaman dibawakan Romy Harminto. Romy memaparkan bahwa bangsa Indonesia adalah negara yang besar dan majemuk, banyaknya perbedaan ini sangat rentan menimbulkan konflik, utamanya gesekan mengenai agama, “Hal tersebut membuat pentingnya kehadiran tokoh masyarakat dalam mencegah konflik terjadi serta kedewasaan masyarakat dalam memaknai perbedaan dan aktivitas politik,”ucap Romy.
Materi kedua soal demokrasi, pemilu, dan partisipasi dibawakan Endang Sari. Endang menyampaikan demokrasi merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat, “Demokrasi yang baik yaitu pelibatan masyarakat seluas-luasnya dalam pengambilan kebijakan. Tentunya melalui gelaran pemilu yang merupakan mekanisme untuk mendapatkan legitimasi kekuasaan pada sebuah pemerintahan,”jelas Endang.
Ia juga menyampaikan kurangnya partisipasi masih menjadi masalah dalam gelaran pemilu di makassar, maka diharapkan masyarakat bisa membantu kami di KPU untuk meningkatkan partisipasi dalam gelaran pemilu.
Ketua KPU Faridl yang membawakan materi terakhir persiapan menghadapi pemilu dan pemilihan serentak 2024. Faridl menyampaikan bahwa Pasal 201 ayat (8) UU No.6 Tahun 2020 menyatakan bila pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di seluruh wilayah NKRI dilaksanakan pada November 2024. Sehingga persiapan pemilu dan pemilihan itu sudah di mulai dari sekarang dan bantuan dari masyarakat untuk, menyukseskan pemilu, karena di 2024 merupakan pemilu dan pemilihan yang sangat sibuk di karenakan kegiatan tersebut dilakukan serentak. “Tentunya keterbukaan informasi seluas-luasnya kepada publik mengenai pemilu merupakan hal yang kami pastikan terwujud dengan baik,”pinta Faridl. (rif)
