KOALISI tiga partai politik masing-masing Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa tersandung jika ditindaklanjuti di kabupaten dan kota.
Manakala Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berlanjut ke kabupaten kota, maka bisa jadi satu diantara tiga elit partai politik koalisi bisa menjadi penonton pada kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) maupun pemilihan bupati (pilbup).
Sebagai contoh, Partai Golkar Kabupaten Maros sejak awal telah menjagokan Hj Suhartina Bohari sebagai calon bupati (cabup), sedangkan PAN tentu lebih mengunggulkan AS Chaidir Syam.
Suhartina Bohari merupakan wakil bupati, sedangkan Chaidir juga merupakan bupati.
Demikian pula di pilbup Bulukumba ketika Golkar telah mendorong Nirwan Arifuddin, PAN tentu akan kembali mengajukan wakil bupati HA Edy Manaf sedangkan PPP tetap menjagolkan H Askar HL.
Tak hanya itu, di pilbup Takalar, Golkar memprioritaskan Zulkarnain Arif, PAN Sirajuddin Sese, sedangkan PPP hampir pasti mengajukan mantan bupati Dr Burhanuddin Baharuddin
Adapun di Luwu, Golkar tetap mengajukan Patahuddin, PAN Dr Husmaruddin serta PPP mengunggulkan ketua DPRD Rusli Sunali. (rif)

