MAKALE, BKM — Asisten Administrasi Pemprov Sulsel H Tau Toto Tanaranggina membuka Toraja Carnaval di Kawasan Wisata Religi Burake (WRB), Kamis (19/5). Toraja Carnaval akan berlangsung selama tiga hari (19-21/5).
Kabid Pengembangan Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Pemprov Sulsel, Teken, dan unsur Forkopimnda Tana Toraja serta undangan lainnya hadir. Toraja Carnaval dimeriahkan kegiatan Band se-Sulawesi, Festival tari Toraja kreasi, Fashion show busana Toraja, dan pameran UMKM.
Tau Toto menjelaskan, Carnaval Budaya Toraja di inisiasi anggota DPRD Provinsi Sulsel, fraksi Golkar, John Rende Mangontan (JRM) itikad dan niat baik beliau tingkatkan kunjungan wisatawan di Tana Toraja dan Toraja Utara sekaligus gairah pariwisata dan peluang masyarakat tingkatkan ekonomi.
Menurut Toto, Sulsel mendapat lima agenda even dari Kementrian Pariwisata dibeberapa daerah, dan Toraja Carnaval terbilang sukses pelaksanaannya.
Berbagai atraksi dan seni diperagakan di Toraja Carnaval menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dan tak kalah menarik peningkatan ekonomi sehingga diperlukan kolaborasi antar daerah di Sulsel bangkitkan destinasi unggulan.
Toraja Carnaval bagian dari promosi kembalikan kejayaan industri pariwisata Tana Toraja, ujar Tau Toto.
Ketua panitia pelaksana (Panpel) John Rende Mangontan mengatakan, pelaksanaan Toraja Carnaval terselenggara dengan baik tidak lepas dari campur tangan pemuda dan pemudi milenial Toraja.
Pemuda milenial adalah potensi dan asset daerah Toraja yang tidak bisa dilupakan, sebab mereka adalah penggiat dan penggerak budaya, adat istiadat, pariwisata sehingga Toraja dikenal dunia internasional.
”Terima kasih Pemprov Sulsel telah mendukung Toraja Carnaval anggaran Rp 400 juta, namun pelaksanaan Toraja Carnaval kolaborasi Pemprov, Pemda, dan Comunity JRM setelah dihitung anggaran tersebut jauh dari cukup sebab membengkak hingga Rp 900 juta lebih,” jelasnya.
Meski begitu JRM tidak menampik pelaksanaan Toraja Carnaval berdampak positif hunian hotel ful didua kabupaten. Demikian pula pelaku kuliner terkhusus di sekitar kawasan WRB ketiban rezki berlipat. (gus/C)
