Site icon Berita Kota Makassar

Satu Keluarga Lakalantas, Ibu dan Anak Tewas

BARRU, BKM — Hari masih pagi, Minggu (22/5). Jarum jam menunjuk pukul 07.15 Wita. Di jalan poros Barru-Makassar, tepatnya di Kampung Nanee, Dusun Kaworo, Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Pangkep, suasana begitu ramai.
Sebuah mobil minibus Honda Mobilio mengalami peristiwa nahas. Kendaraan yang membawa satu rombongan keluarga asal Parepare itu tetiba oleng ke kiri lalu menabrak warung makan Lestari.

Saat kecelakaan, mobil bernomor polisi DP 1283 AM itu mengangkut empat orang penumpang. Melaju dari arah Parepare tujuan Makassar. Sopirnya bernama Syahruddin. Berusia 43 tahun, warga Jalan Pettana Rajeng, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.
Dua orang meninggal dunia dalam kejadian ini. Mereka adalah ibu dan anak. Masing-masing Marlayanti Ibrahim (43), istri Syahruddin. Ia menjemput ajal di lokasi kecelakaan. Satu lainnya adalah Marsyela. Usia 17 tahun, berstatus pelajar. Korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Barru. Sementara dua penumpang lainnya mengalami luka parah. Satu di antaranya anak, serta kerabat pengemudi mobil harus dilarikan ke RSUD Barru guna mendapatkan pertolongan medis.

Kasat Lantas Polres Barru AKP H Abd Samad yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya, lakalantas ini terjadi karena out control. Hal ini didukung adanya keterangan saksi dan hasil olah TKP.
”Mobil sementara melaju dari arah Parepare menuju Makassar.
Pengemudi diduga mengantuk saat mengemudi sehingga saat sampai di TKP,  kendaraan tersebut oleng ke kiri dan langsung menabrak rumah milik H. Kahar (warung makan Lestari). Akibatnya, dua penumpang mobil minibus meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya luka berat, dan sopir selamat,” kata Samad.

Selain menewaskan dua penumpang dan dua luka berat, kata Kasat Lantas. Kondisi bagian kiri mobil ini mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kedua penumpang yang meninggal dunia langsung dibawa ke rumah duka di kota Parepare.

Dalam kesempatan itu, Samad mengimbau kepada para pengemudi yang merasa mengantuk agar singgah untuk beristirahat. “Setelah beristirahat bisa kembali melanjutkan perjalanan,” imbuhnya. (udi/rus/b)

Exit mobile version