MAKASSAR, BKM — Proses lelang jabatan BUMD lingkup Pemkot Makassar saat ini sementara berlangsung.
Jika prosesnya berjalan lancar, masa pejabat direksi dan dewan pengawas BUMD yang definitif sudah akan diperoleh akhir awal Juni.
Hasil pejabat yang terpilih hasil lelang jabatan ini nantinya akan menggantikan Pj direksi dan dewan pengawas yang ditunjuk Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.
Selama kurang lebih enam bulan menjadi Pj Direksi di PDAM, Beni Iskandar mengaku sudah memaksimalkan kinerjanya dan tetap fokus pada inovasi-inovasi yang digagas.
Bersama Arifuddin Hamarung dan Asdar Ali, ada banyak perubahan yang dilakukan.
Tugas utamanya adalah melakukan penataan total terhadap Sumber Daya Manusia (SDM), cakupan layanan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Kala itu, Beni bersama direksi lainnya mulai melakukan penataan SDM, mulai dari kepala bagian, kepada seksi, hingga tataran tenaga kontrak.
“Pasca kami diberi amanah tanggal 7 Desember dengan tugas penataan total kami langsung ambil langkah strategis, tiga kali asesmen untuk pejabat kepala bagian, kepala seksi dan kontrak,” ucapnya.
PDAM saat itu sangat kental dengan isu bayar berbayar, mekanisme perekrutannya dinilai kacau, sehingga hal tersebut segera dibenahi.
“Kita menghapus adanya istilah bayar membayar di PDAM,” sebutnya.
Selain itu, PDAM juga sudah mulai menyentuh beberapa tempat yang sebelumnya tak pernah tersentuh air bersih.
Misalnya di daerah Utara kota, jalan Dahlia Paccerakkang, wilayah BTP dan beberapa titik lainnya.
“Hampir 50 persen wilayah yang tak ada suplai airnya kita sasar,” ungkapnya.
Termasuk perbaikan infrastruktur Reservoir Booster Pump yang sebelumnya mangkrak berhasil difungsikan di Jl Gatot Subroto.
Dari segi pendapatan, PDAM sudah berhasil mengumpulkan laba sebanyak Rp10 miliar dengan arus kas Rp47 miliar.
Padahal, saat pertama menginjakkan kaki di PDAM posisi kas baru di angka Rp19 miliar.
“Laba hampir Rp10 miliar dari target Rp30 miliar di 2022,” bebernya.
Begitu juga dengan dividen, ia berharap bisa menyetor dan memberi kontribusi PAD untuk Pemkot Makassar lebih banyak.
Rencananya, Beni akan mengubah rencana bisnis yang sebelumnya sudah ada.
Menurutnya ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kondisi PDAM, misalnya terkait pengembangan wilayah.
Itu menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan dengan menambah jangkauan wilayah PDAM.
“Banyak apresiasi dari masyarakat yang masuk dengan adanya quick respon 24 jam,” sambungnya.
Disamping itu, pria berlatar belakang pengacara ini mengaku masih punya pekerjaan rumah yang belum direalisasikan.
Misalnya membangun instalasi air di kawasan timur kota. Harapannya, dalam satu bulan ini sudah bisa terealisasi. (rhm)
