MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akhirnya menutup pendaftaran lelang direksi dan dewan pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pendaftaran dibuka sejak tanggal 19 Mei dan berakhir 23 Mei 2022 hingga pukul 16.00 wita.
Kendati sudah ditutup sore hari, berdasarkan pantauan BKM di sekretariat pendaftaran, panitia seleksi masih sibuk melakukan pemeriksaan dan rekapitulasi berkas. Sejumlah pelamar juga masih bertahan di sekretariat pendaftaran untuk memastikan berkas yang mereka setor memenuhi syarat atau tidak.
Informasi sementara yang diperoleh dari anggota verifikasi, jumlah pelamar mencapai lebih 100 orang. Sekitar 70 persen di antaranya mendaftarkan diri sebagai dewan pengawas di enam BUMD milik Pemkot Makassar.
“Kita belum tahu data pastinya berapa yang melamar. Karena sejauh ini masih dalam tahap rekapitulasi berkas. Berapa pastinya yang mendaftar mungkin sebentar malam yang bisa diketahui (tadi malam),” ungkap Sekretaris Pansel Lelang BUMD Nur Kamarul Zaman kemarin petang.
Berdasarkan pantauan BKM, sejumlah penjabat direksi dari beberapa BUMD terlihat melakukan pendaftaran di hari terakhir. Di antaranya Pj Direksi Terminal Rizal Asjahad Rahman dan Pj Direksi PDAM Beni Iskandar dan Asdar Ali. Selain itu, ada juga mantan Dirut PD Parkir H Irhamsyah Gaffar.
Ditemui usai mendaftar, Pj Direksi PDAM Beni Iskandar menjelaskan, sesuai amanah Wali Kota Makassar, dirinya harus taat azas, mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan untuk menjadi jajaran direksi definitif di BUMD.
Dia mengaku mendaftar lelang untuk posisi direksi PDAM. Alasannya, ingin melanjutkan tugas-tugas yang selama ini sudah diemban sebagai pj direksi PDAM.
“Sejauh ini kami sudah melaksanakan tugas dan menerapkan sistem atau pondasi yang kokoh. Saya berharap kalau terpilih dan menjadi definitif, kita akan lanjutkan,” ungkap Benny.
Dia melanjutkan, seandainya setelah melalui mekanisme lelang dirinya dipercaya memimpin PDAM Makassar, maka tahun ini ia berencana bangun IPA di timur kota dengan kapasitas 2×100. Jika IPA itu beroperasi, dipastikan sudah bisa melayani masyarakat di kawasan timur kota.
Setelah melewati proses pemeriksaan berkas, pansel menyatakan semua dokumen yang disetor memenuhi syarat. “Berkas saya diterima, tidak ada dikembalikan. Sertifikat air saya ada, kategori muda dan madya,” tandas Benny.
Sementara Irhamsyah kembali melamar dan ikut lelang untuk posisi direksi PD Parkir. Dia mengaku memiliki pengalaman dan tahu secara pasti berbagai permasalahan yang ada di BUMD tersebut.
Dengan latar belakang itu, dia sudah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk memajukan PD Parkir sesuai yang diharapkan wali kota dan wakil wali kota sebagai owner BUMD.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Lelang BUMD Pemkot Makassar Andi Siswanta Attas mengatakan, kuota atau batas minimal dari masing-masing perusda ialah tiga pelamar, kecuali PDAM karena komposisinya dibuka untuk empat jabatan. Jika tak mencukupi kuota, maka pendaftaran diperpanjang selama tiga hari.
Syarat umum, lanjut Siswanta, tidak sedang jadi calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, maupun calon anggota legislatif.
Komposisi direksi yang akan dibuka di masing-masing BUMD diantaranya, untuk PDAM empat jabatan, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dua jabatan. Sementara PD Parkir, Rumah Potong Hewan (RPH), PD Pasar, dan PD Terminal masing-masing tiga jabatan.
Sementara Dewas jumlahnya disesuaikan dengan jajaran direksi setiap BUMD. “Jadi misalnya di PDAM ada empat jabatan direksi, maka dewan pengawas yang diangkat bisa maksimal empat orang,” ungkapnya.
Penempatan dewas terdiri dari tiga unsur, yakni unsur independen, pemerintah daerah, dan unsur pemerintah pusat. (rhm)
