MAROS, BKM — Penyebaran Covid-19 mulai melandai, dan pemerintah telah melonggarkan pemakaian masker di luar ruangan, ternyata telah berdampak pada penjual masker di Kabupaten Maros. Seorang penjual masker di Jalan Nangka bernama Anti, mengaku, sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran pemakaian masker, penjualan maskernya menurun drastis.
”Sebelumnya juga sudah ada penurunan sejak melandainya Covid 19. Ditambah ada pelonggan, yah bisa makin sepi,” katanya, Senin (23/5).
Anti mengatakan, rerata dirinya hanya mampu membawa pulang uang Rp70 ribu perhari. ”Waktu awal pandemi Covid-19 itu, pendapatan saya perhari bisa mencapai Rp500 ribu perhari. Sedangkan untuk saat ini, kalau saya jualan dari jam 10.00 Wita, saya hanya dapat sekitar Rp70 ribu,” ucapnya.
Sebelumnya, Anti mengaku dapat menjual masker sebanyak delapan lusin. Kalau sekarang memang masih ada yang beli. Tapi sudah cukup sepi. Dia juga mengatakan, sekarang ini dirinya menjual masker dengan harga miring.
”Sekarang saya jualnya Rp5.000 perdua masker. Karena sekarang juga, itu masker tinggal Rp20 ribu per dus,” bebernya.
Namun, di sisi lain Anti merasa bersyukur masih ada pelanggan yang tetap membeli masker karena banyak yang merasa memakai masker sudah menjadi sesuatu kebiasaan. ”Mungkin karena sudah kebiasaan, kalau tidak pakai masker seperti ada sesuatu yang kurang,” ujarnya.
Dia mengatakan, sebelum berjualan masker dia hanya seorang ibu rumah tangga. ”Tapi sejak ada pandemi, saya harus memutar otak untuk membantu keuangan keluarga, kemudian saya melihat ada peluang untuk berjualan masker,” katanya.
Usaha tersebutlah yang bisa membantunya bisa bertaham hidup dimasa pandemi. Dia pun takut untuk kehilangan pekerjaannya saat ini. ”Kalau misalnya nanti makin kurang pembeli, saya harus cari usaha yang lain,” tutupnya. (ari/c)
