JENEPONTO, BKM — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Jeneponto, melaunching program ANTAMA BALLAKI (Ayo Tuntaskan Bersama Rumah Tidak Layak Huni), Jumat (20/5) sekaligus sosialisasi program ini yang bertepatan Hari Kebangkitan Nasional.
ANTAMA BALLAKI merupakan program unggulan Dinas Perkimtan Kabupaten Jeneponto yang lahir dari semangat dan prinsip gotong-royong untuk menangani Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Menurut data Kepala Seksi Penyediaan Perumahan, Nasrun, menjelaskan, pada tahun 2022 ini terdapat 15 unit RTLH yang akan diperbaiki.
Rumah tersebut berada di Kelurahan Panaikang. Pelaksanaan program ini menggunakan konsep bantuan stimulan. Yaitu dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat untuk membantu proses perbaikan.
Selain itu, kata Nasrun, terdapat juga bantuan perbaikan RTLH di Kelurahan Monro-monro, Kecamatan Binamu, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, dan Desa Turatea Timur, Kecamatan Turatea. ”Insya Allah, dengan program ANTAMA BALLAKI ini diharapkan RTLH di Kabupaten Jeneponto dapat dikurangi secara signifikan dan pada akhirnya bisa terentaskan,” harap Nasrun.
Sementara itu, di sela-sela kegiatan launching dan sosialisasi, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Jeneponto, Alfian Syam, menyatakan, perbaikan RTLH bukan hanya kewajiban pemerintah. Tapi juga menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat
.
”Program ini memfokuskan pada keterlibatan seluruh stakeholder dalam usaha pengentasan RTLH. Sehingga masyarakat setempat diharapkan mampu membangun semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam proses perbaikannya,” ujar Alfian Syam.
Lebih jauh Alfian Syam menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui APBD yang terbatas tidak akan mampu menjangkau seluruh RTLH. ”Melihat APBD kita yang terbatas, karena itu ditempuh cara lain untuk mendanai perbaikan RTLH. Antara lain melalui bantuan CSR perusahaan dan bekerjasama yayasan sosial untuk membuka donasi,” jelas Alfian Syam. (rls)
