Site icon Berita Kota Makassar

Ali Topan Buka Layanan Jemput Sampah Acara Pernikahan

PINRANG, BKM — Tidak perlu kekuatan super untuk menjadi pahlawan. Buang sampah pada tempatnya saja sudah cukup. Saat ini, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat minim. Apalagi untuk memilih dan memilahnya.

”Untuk itu sejak hari Senin (23/5), kita sudah buka layanan jemput dan pilah sampah. Kita melihat sampah yang begitu banyak yang tidak terpilah bercampur dengan sampah organik dan non-organik, sehingga ini jadi perhatian kami. Pelayanan bank sampah juga akan kita coba kembangkan dengan bank sampah unit yang lain,” kata Direktur Bank Sampah Induk Peduli Pinrang Ali Topan.

Layanan yang dikembangkan nantinya, lanjut Ali Topan, yakni memberikan nomor telepon. Salah satunya fasilitas antar jemput sampah di wilayah Kecamatan Sawitto dan Paleteang, layanan telepon atau WA di nomor 085395070225 pada Bank Sampah Induk Peduli Pinrang. Untuk wilayah Kecamatan Duampanua terdapat tiga desa, yaitu Desa Bungi, Barugae dan Buttu Sawe. Nomor telepon atau WA yang bisa diohubungi di nomor 082311328515 pada Bank Sampah Unit HM Thamrin dan Rumah Kompos Bungi.

Sementara ini, menurut Ali Topan, kegiatan yang dilakukan masih manual, serta wilayah kecamatan juga masih terbatas untuk penjemputan karena keterbatasan armada. Pihaknya intens melakukan sosialisasi melalui media sosial, pemerintah, dan masyarakat yang mempunyai acara bisa langsung menghubungi nomor HP yang telah disedikan.

”Semoga gerakan ini mampu mengurangi sampah di TPA. Karena kami pantau di lapangan, setelah acara hajatan, nikahan dan lain-lain, itu biasa tidak tahu sampah ini mau diapakan. Jadi biasanya cuman dibuang tercampur di kontainer atau dibakar. Jadi sistem yang kami tawarkan, yang punya acara menyampaikan ke kami kapan bisa dijemput untuk tarif kami belum tentukan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkim LH Pinrang Sudirman, menyambut baik program pengelolaan sampah tersebut. Apalagi, misinya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengubah perilakunya terhadap sampah.

”Ini juga sudah sejalan dengan program pemerintah kabupaten yg dituangkan dalam Jakstrada (Kebijakan Strategi Daerah) dalam pengelolaan sampah. Diharapkan pengelolaan, penanganan dan pengurangan sampah dimulai dari sumbernya,” ujar Sudirman. (rls)

Exit mobile version