MAKASSAR, BKM — Kondisi ruas jalan yang rusak parah dan terisolasi di Kabupaten Luwu Utara, khususnya yang menuju Kecamatan Seko dan Rampi telah dilaporkan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ke pemerintah pusat. ASS menyampaikannya kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono usai mengikuti pengarahan Presiden RI Joko Widodo dan Evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia dari Ruang Rajawali JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/5).
Pertemuan itu untuk menindaklanjuti surat usulan Pemprov Sulsel terkait dukungan Kementerian PUPR dalam penuntasan penanganan pada dua ruas jalan prioritas, yaitu Ruas Sabbang-Tallasang-Seko dan juga Ruas Lambiri-Seko-Rampi.
“Kita sudah bertemu dengan Bapak Menteri PUPR, dan menyampaikan situasi terkait jalan di Seko dan di Rampi. Semoga dapat diakomodir untuk dikerjakan. Apalagi ini akan membuka akses perekonomian masyarakat,” kata Andi Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/5).
Menurut Sudirman, hal itu sebagai upaya dalam membantu membuka akses daerah terisolasi di Sulsel. Pembukaan akses ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup orang banyak.
Surat usulan Pemprov Sulsel telah diterima Menteri PUPR. Selanjutnya, Menteri PUPR meminta Pemprov Sulsel untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan.
“Pak Menteri menyampaikan bahwa telah menerima surat usulan dan meminta untuk terus berkoordinasi sinergi dengan kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VI Kementerian PUPR untuk tindak lanjut semua usulan,” jelasnya.
Kerusakan jalan di Kecamatan Rampi yang tak kunjung dibenahi, membuat warga setempat mengancam akan pindah provinsi. Hal itu berujung pada ucapan Andi Sudirman yang menyindir ancaman tersebut.
Ucapan bernada guyonan itu dilontarkan Sudirman dalam pidatonya saat rapat paripurna istimewa Hari Jadi ke-19 Kabupaten Luwu Timur, Kamis 12 Mei 2022 lalu.
Namun dalam momen HUT tersebut, Sudirman juga menegaskan bahwa pihaknya sudah berupaya membangun jalan di daerah tersebut. Hanya saja, pembangunan jalan itu tidak semudah yang dibayangkan.
“Kita bukan tidak membangun. Kenapa? Panjangnya kita tentu bertahap. Kemampuan keuangan wilayah ini tidak sekuat yang kita pikirkan. Kalau kali-kalinya ke Rampi 80 kilo. Kita kasih anggaran ke teman-teman TNI untuk buka akses saja,” kata Sudirman.
Namun, kata dia, pembukaan akses jalan di sana juga tidak mudah. Dia menyebut perlu perencanaan baik untuk penanganan jalan di Rampi.
“Rintisan jalan wilayah lain oke, tapi dibuka satu kilo, ditutup satu kilo. Digali satu kilo tertutup di belakang karena labil. Saya minta Luwu Utara desain sekarang, bagaimana penguatan tebing. Jangan dulu pikir aspalnya,” kata Sudirman.
Andi Sudirman juga berterima kasih dengan pemberian anggaran Rp227 miliar untuk wilayah Selatan telah dikerjakan,
“Kami minta tambahan lagi untuk wilayah ke Bone, Sidrap dan Parepare. Juga Rantepao, Sabang, Seko, Rampi dan beberapa ruas lainnya,” ujarnya. (jun)
