MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan kegiatan pendidikan politik.
Upaya ini ditandai ketika KPU Makassar kembali menjalankan proses mencerdaskan pemilih yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari KPU Kota makassar.
Melanjutkan program pendidikan pemilih melalui program Kelurahan peduli pemilu dan pemilihan (KP3), tidak terasa kegiatan ini sudah memasuki angkatan ke 14. Seperti kegiatan sebelumnya kegiatan ini di fasilitasi oleh kesbangpol dan di hadiri oleh kader-kader KP3 dan Tokoh masyarakat Kecamatan Panakukang, Rabu (25/5)
Seperti giat KPU sebelumnya. Kegiatan ini di isi oleh pemateri antara lain, Sekretaris Kesbangpol Kota Makassar Dr. Hari dan dua komisioner KPU Kota Makassar diantara lain M. Gunawan Mashar selaku Kordinator divisi Teknis penyelenggaran dan Romy Harminto selaku Kordinator divisi program dan data.
Dr. Hari, dengan materi pemahaman politik hukum meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, ia menyampaikan bahwa negara ini adalah negara hukum, yang harus terus meningkatkan kinerjanya dalam penegakan hukum. “Good governance” bisa dicapai dimulai dengan pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam pengambilan kebijakan.
Sedangkan Romy Harminto dengan materi politisi sara dan ancaman keberagaman, ia menyampaikan bahwa sebagai negara yang majemuk ancaman politisasi SARA (suku, agama, ras, dan agama) sangat membahayakan karena bisa menimbulkan konflik. Sehingga hadirnya tokoh masyarakat di kegiatan ini merupakan corong untuk bisa meredam isu-isu perbedaan yang bisa membuat kita terpecah belah.
Gunawan Mashar dengan materi terakhir yakni komunikasi publik dalam sosialisasi pemilu, ia menyampaikan komunikasi dan informasi merupakan hal penting di kehidupan sekarang ini. Kami sebagai penyelenggara memastikan wawasan masyarakat terkait pemilu, serta informasi mengenai pemilu bisa efektif dan sampai seluas-luasnya di masyarakat. (rif)
