MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan telah menyusun jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023. Pelaksanaannya dibuka secara serentak antara sekolah negeri dan swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Muhyiddin Mustakim menerangkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, proses pendaftaran PPDB dibagi dalam sistem zonasi dan non zonasi. Untuk non zonasi, jalur yang dibuka adalah jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan. Mekanisme pendaftaran hampir sama dengan sebelumnya.
Menurutnya, pendaftaran yang dibuka bersamaan antara sekolah negeri dan swasta menjadi bagian dari revolusi pendidikan. Pihaknya telah melakukan verifikasi di beberapa sekolah swasta. “Sekolah swasta di Makassar ada yang melakukan pendidikan tanpa biaya. Ini menjadi salah satu solusi agar semua anak di Makassar bisa sekolah,” ujarnya, Kamis (26/5).
Untuk mewujudkan rencana tersebut, harus dibarengi dengan regulasi. Draft perwali soal PPDB, kata eks kepala Dinas Sosial Makassar ini, sedang disiapkan. Komunikasi dengan yayasan pendidikan se- Kota Makassar juga akan dilakukan. Rencana ini diklaim bisa mengurangi disparitas atau ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta.
“Jika ini berlaku, maka tidak ada lagi gap antara sekolah swasta dan negeri. Tujuannya tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta,” ungkap Muhyiddin.
Dia menerangkan sejak, April hingga Mei ini, Disdik bersama sekolah-sekolah mulai melakukan verifikasi dan validasi data. Selanjutnya, periode Mei hingga Juni mendatang merupakan tahapan simulasi. Tahapan ini dibagi dua, yakni simulasi internal dan eksternal.
Simulasi internal dilakukan untuk menguji sistem yang telah disusun. Sementara eksternal bertujuan membuka akses ke masyarakat guna melihat peluang zonasi terbaik dan validitas data pendaftar.
Pendaftaran, pengumuman dan pendaftaran ulang jalur zonasi akan dibuka pada Juni mendatang. Namun tanggal pastinya belum ditentukan. Sementara pendaftaran, pengumuman, dan pendaftaran ulang jalur non zonasi akan dilaksanakan pada Juli 2022.
Seluruh tahapan PPDB diharapkan rampung seluruhnya pada Juli dan hari pertama masuk sekolah ditetapkan 18 Juli. Diawali dengan Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang akan dilaksanakan 18-20 Juli mendatang.
Muhyiddin melanjutkan, untuk jalur zonasi tingkat SD, disiapkan kuota sebesar 75 persen. Jalur afirmasi 20 persen, sementara jalur perpindahan 5 persen.
Sementara untuk tingkat SMP, jalur zonasi 70 persen, afirmasi 20 persen, perpindahan 5 persen, dan prestasi 5 persen.
Sejauh ini, kata Muhyiddin, pihaknya sedang mempersiapkan infrastruktur pendukungnya. Dalam waktu dekat akan dibuat portal PPDB. Seluruh sekolah di Makassar sudah terdata dalam portal tersebut.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mewanti-wanti OPD terkait untuk melaksanakan proses PPDB dengan baik, agar tidak ada keluhan dan protes yang muncul akibat ketidaksiapan penyelenggara. Khususnya terkait sistem zonasi yang sering disoroti.
“Proses PPDB harus dikawal dengan baik. Saya tidak mau banyak keluhan yang muncul akibat perencanaan yang dilakukan tidak matang. Khususnya terkait dengan sistem zonasi,” tandas Danny. (rhm)
