MAKASSAR, BKM–Sejumlah politisi yang memutuskan untuk pindah partai salah satu yang mendasarinya adalah kecewa dengan partai lamanya.
Tak hanya itu, ada juga yang pindah lantaran tidak memiliki kecocokan dengan pengurus lain serta punya masalah secara organisasi.
Namun tidak sedikit politisi pindah partai karena melihat platform partai baru dan memiliki peluang untuk mendapatkan karir yang lebih bagus.
Dalam setahun terakhir puluhan politisi telah hengkang dan bergabung dengan partai lain.
Mereka diantaranya politisi Golkar Dr Burhanuddin Baharuddin, HM Yasir, Dedy Palimbong. Burhanuddin gabung ke PPP, sementara Dedy Palimbong gabung Gerindra.
Politisi Gerindra Paris Yasir gabung Nasdem, politisi Demokrat Yohanes Bassang dan Andi Insan P Tanri. Yohanes Bassang gabung Golkar sedangkan Insan P Tanri gabung Nasdem.
Politisi Hanura Affandi Agusman Aris dan Imbar Ismail gabung PSI. Adapun politisi PKPI Suzanna dan Muhammad Israt S juga pindah. Politisi PSI Moh Fadli Noer gabung Golkar, dan Affandi Ibrahim alias Pablo gabugn PPP. Politisi PAN Andi Iksan Hamid gabugn Nasdem, sedangkan politisi Perindo Ruslan Mahmud gabung Golkar. Terakhir yakni Ilham Arief Sirajuddin akhirnya kembali ke Golkar. (rif).
Affandi Agusman Aris mengaku siap membesarkan PSI dan dapat meloloskan tujuh hingga delapan kadernya duduk di DPRD Sulsel.
Adapun Affandi Ibrahim mengaku bila kepindahannya ke PPP bukan karena dirinya tidak cocok dengan DPW PSI Sulsel yang lebih awal mundur, “PPP ini partai milenial, ketuanya anak muda yang baik di Sulsel dan Makassar,”jelas Affandi. (rif)
