MAKASSAR, BKM– Kemacetan lalu lintas di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, sering terjadi. Selain karena ukuran ruas jalan yang tidak lebar, sistem perparkiran di jalan tersebut juga semrawut oleh kendaraan pengunjung toko.
Pemandangan tidak inilah yang banyak dikeluhkan pengendara. Sahut-sahutan klakson pun sulit terhindarkan.
“Adduh kenapa putar balik ki di situ. Itu juga mobil kenapa banyak parkir di badan jalan padahal ini jalan tidak lebar,” sebut Adli, pengendara sepeda motor yang nampak mulai tersulut emosi.
Adli mengaku sudah sering berhadapan dengan situasi ini saat menuju pulang ke rumahnya. Kondisi Jalan Yusuf DG Ngawing yang tidak teratur disebabkan adanya kawasan pertokoan berbentuk rumah toko (Ruko) beroperasi tapi tidak menyediakan lahan parkir kendaraan pengunjung jenis roda empat.
“Makanya selalu kacau seperti ini apalagi kalau pengunjung di toko (studio foto) ramai. Banyak pengungungnya parkir mobil di badan jalan. Yang dirugikan kan kita yang lewat di sini. Harusnya mereka siapkan lahan parkir mobil untuk pengunjungnya,” keluhnya.
Dia juga berharap Pemerintah Kota Makassar memberikan tindakan tegas kepada pemilik usaha, pemelik ruko ataupun edukasi juru parkir agar kesemrawutan di Jalan Yusuf DG Ngawing diselesaikan.
Menanggapi hal itu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya melalui Kepala Bagian Pengelolaan, Asrul B menyampaikan akan segera menurunkan personel memberikan edukasi kepada juru parkir (jukir) di tempat tersebut.
Namun saja kata Asrul, masalah mendasar yang terjadi di sana bukanlah karena jukir, melainkan karena ruko tidak menyediakan lahan parkir untuk roda empat.
“Mengenai jukir, kami segera turunkan personel ke lokasi itu untuk memberikan edukasi. Namun untuk masalah lain seperti tidak adanya lahan parkir khusus kendaraan roda empat di sana, itu bukan kewenangan kami,” akunya.
Asrul menambahkan sudah seharusnya dinas terkait turun bersama-sama melakukan pengawasan dan penindakan sesuai tupoksi. Menyelesaikan persoalan kemacetan lalu lintas demi kenyamanan masyarakat.
“Saya lihat di sana itu tidak punya tempat parkir mobil. Cuma buat motor saja itu pun tidak banyak. Dan ini jadi tugas dinas terkait, bukan kami,” imbuhnya. (Arf)
