MAKASSAR, BKM–Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Nasran Mone menilai, HAM Nurdin Halid (NH) telah mencenderai keputusan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Freidrich Paulus.
Betapa tidak, dengan gamblang NH menyebut kepengurusan DPD I Golkar Sulsel bermasalah atau tidak sah. Hal ini dilontarkan saat acara halal bi halal relawan Airlangga Hartarto, di Hotel Four Points Makassar, Minggu (29/5).
“Tidak selayaknya mengungkapkan seperti itu (kepengurusan bermasalah). Karena sama saja melecehkan keputusan DPP yang ditandatangani oleh Ketua Umum bapak Airlangga dan Pak Sekjen Lodewijk Freidrich Paulus,”ujar Nasran Mone, Senin (30/5).
Politisi Golkar yang akrab disapa Cakmon ini menilai, NH tidak selayaknya berkomentar soal adminsitrasi kepengurusan karena bukan ranahnya. Di DPP, NH hanya menjabat Wakil Ketua umum Bidang Pratama. Apalagi NH ‘menjual’ nama Mahkamah Partai (MP), sementara MP juga menilai Golkar Sulsel tidak bermasalah.
“Pertama keputusan Bapak Airlangga dia nodai. Kedua itu bukan domainnya. NH hanya menjabat wakil ketua bidang pratama yang tidak ada urusannya dengan soal hukum kepengurusan,” tegasnya.
Tak sampai disitu, Cakmon mengatakan, acara halal bi halal Relawan Airlangga tidak terlalu fokus. Mengingat, pemberitaan yang muncul seperti masalah kepengurusan Golkar Sulsel, pengancaman kader tak hadir, dan pencalonan Gubernur Sulsel.
“Ini yang membuat kita bertanya-tanya ada apa. Lebih fokus isu lain dan bukan ranahnya dia berkomentar seperti itu,” jelasnya.
Mantan anggota DPRD Makassar ini menambahkan, NH juga sepertinya tidak mengetahui porsi Relawan Airlangga dalam mendulang suara Airlangga.
DPP telah membagi porsi dalam menaikkan elektabilitas Airlangga 20% kinerja struktur partai, 20% kinerja Relawan dan sejenisnya, serta 10% plus 1 kinerja partai koalisi.
“Kalau doktrin ini bisa terlaksana Insyallah kita menang. Tapi kalau kader dihitung juga relawan, inikan tidak sesuai yang diharapkan Bapak Airlangga. Karena hakikatnya keberadaan relawan idealnya hadir untuk meraup suara yang di asumsikan tidak memilih Partai Golkar,” tambahnya.
Nasran berharap, NH sebagai tokoh senior seharusnya membuat Partai Golkar Sulsel menjadi kondusif. Bukan sebaliknya. “Jadi sedapat mungkin bapak NH menahan diri tidak mengganggu kerja-kerja elektoral kami di Golkar Sulsel. Kita sangat kecewa dalam acara halal bi halal kok yang disinggung surat keputusan Airlangga yang dianggap cacat,” singgungnya. (rif)

