ENREKANG, BKM — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan kegiatan BISA Fest “Festival Kreasi Seni Tradisional Nusantara” di Anjungan Sungai Mata Allo, Minggu (29/5). Kegiatan ini merupakan kerjasama Komisi X DPR RI melalui Anggota DPR RI Dapil Sulsel III yaitu Mitra Fakhruddin MB dan juga Dispopar Enrekang.
Pada gelaran festival yang diadakan pada siang hingga sore ini, menghadirkan beberapa komunitas seni budaya di Enrekang baik kelompok masyarakat maupun pelajar, di antaranya dari Orkes Majao, Custom Music, Kelompok Tari Pajjaga Limbuang, SMK 4 Maiwa, Tari Kreasi Latanro, PPM Rahmatul Asri Maroangin dan lainnya.
Adapun item-item acaranya yakni tarian adat, tarian kreasi 4 etnis Sulsel, monolog puisi, angngaru, musik orkes dan band. Sebanyak 50-an orang dari pemuda, pegiat seni, komunitas kreatif dan masyarakat hadir menyaksikan pertujukan seni tari tersebut, serta mengikuti sambutan-sambutan yang disampaikan dari Wakil Bupati Enrekang Asman, Anggota DPR RI Mitra Fakhruddin MB, Kadis Dispopar Enrekang, dan wakil dari Kemenparekraf. Acara pun dimulai dengan ditandai tabuhan gendang oleh Mitra Fakhruddin.
Wabup Enrekang Asman menyampaikan sambutan di acara BISA Fest. Asman mengajak kepada para hadirin senantiasa untuk menjaga nilai-nilai leluhur, yang menurutnya Pemkab Enrekang sangat konsisten mempertahankan adat istiadat dan nilai-nilai kebudayaan, hal itu tergambar dengan hadirnya perda yang mengatur tentang perlindungan masyarakat adat.
“Karena kalau kita mau meningkatkan potensi wisata maka salah satu item yang harus kita tonjolkan dan dipertahankan adalah nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang kita dimiliki, sehingga itu menjadi pembeda antara daerah kita dengan daerah lain,” ujarnya Asman.
Ia menambahkan, tinggal bagaimana menghadirkan nilai-nilai budaya kita yang menjadi penyempurna daripada potensi pariwisata yang luar biasa kita miliki.
Tari Kreasi Latanro yang dipentaskan oleh siswi-siswi dari SMK Latanro Enrekang
Pada kesempatan yang sama Mitra Fakhruddin, juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi dalam mendukung pariwisata dapat dilakukan oleh semua kelompok seni budaya dan unsur-unsur yang lain sehingga Enrekang pun dapat mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Ia pun mengapresiasi kepada setiap pelaku seni budaya yang hadir sebagai bagian yang penting dalam mendorong pariwisata Enrekang, khususnya pada seni pertunjukkan.
Tari Pajjaga Limbuang merupakan salah satu tarian Enrekang dari Maiwa
Selain itu, ia mencontohkan bahwa terdapat salah satu daerah di Indonesia yang bisa mandiri tanpa anggaran pusat, karena pendapatan asli daerahnya (PAD) yang tinggi tersebut dihasilkan dari pariwisata. Karenanya ia pun terus mendorong potensi Enrekang melalui pengembangan wisata agar dapat memberikan dampak pula bagi masyarakat. Menurutnya, salah satu yang penting untuk dilakukan yaitu melibatkan banyak pelaku seni dan budaya dalam event pertunjukkan daerah.
“Kedepannya kita mengharapkan lebih banyak lagi event-event yang terjadwal di Enrekang setiap tahunnya,” ujarnya. (her/C)

