GOWA, BKM — Warga di Lingkungan Biringbalang, Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa tetiba geger, Kamis (2/6) pukul 14.00 Wita. Hal itu disebabkan adanya penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan tergeletak di atas tanah kosong yang merupakan tanah kavling milik UNM.
Sosok tak bernyawa itu ditemukan seorang warga bernama Dg Tayang (60). Ia buruh harian yang berdomisili di Kampung Mala’lang, Samata, Kecamatan Somba Opu.
Dg Tayang menemukan mayat bayi tersebut saat hendak menuju tempatnya bekerja sebagai tukang batu di perumahan Grand Danau Biru.
Sebelum sampai, Dg Tayang melihat sarung batik bercorak warna biru dan coklat yang tergeletak di atas alang-alang. Di dekatnya terdapat gundukan tanah bekas galian.
Karena curiga, Dg Tayang kemudian menyampaikan kepada pengawas bangunan tempatnya bekerja bernama Muchtar tentang apa yang dilihatnya. Muchtar kemudian langsung menghubungi salah satu pegawai Pemerintah Kecamatan Somba Opu bernama Syamsuddin. Informasi itu pun dilanjutkan Syamsuddin kepada Aipda Jufri, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mawang.
Kepada petugas, Dg Tayang menceritakan awal dia menemukan bungkusan bayi tersebut dalam plastik putih. Mayat bayi dibungkus sarung. Bayi itu diperkirakan masih berusia sehari setelah dilahirkan dengan masa kandungan pas sembilan bulan. Karena kondisi bayi sudah lengkap sempurna, seperti memiliki rambut dengan panjang tubuh kurang lebih 30 cm.
P
prosesi evakuasi mayat bayi itu dilakukan pada pukul 14.05 Wita dipimpin Kepala SPKT Aiptu M Syahrir didampingi piket fungsi Sabhara, Reskrim, Intel dan Tim Inafis Polres Gowa.
Kemudian pada pukul 15.00 Wita Tim DVI Biddokkes RS Bhayangkara dipimpin Aipda Sultan tiba. Mereka kemudian melakukan olah TKP, serta membawa mayat bayi tersebut ke RS Bhayangkara untuk dilakukan outopsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhliyh yang dikonfirmasi, kemarin sore membenarkan adanya temuan mayat bayi perempuan tersebut.
“Iya, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mayat bayi tersebut di RS Bhayangkara. Sejumlah saksi juga diambil keterangannya,” kata AKP Hasan Fadhlyh.
Dikatakan AKP Hasan Fadhlyh, ada tiga saki sementara diambil keterangannya. Masing-masing penemu pertama Dg Tayang, saksi kedua Baha (60), seorang petani alamat Lingkungan Buttadidi, Kelurahan Mawang, dan Muchtar pengawas bangunan sekitar TKP.
“Saat ini pihak kepolisian telah menangani kasus temuan mayat bayi ini. Tentunya akan mencari jejak siapa pelaku pembuang mayat bayi tersebut, sekaligus siapa orang tuanya,” jelas perwira mantan Kapolsek Tinggimoncong ini.
Sementara itu, infomasi di sekitar TKP menyebutkan, kemungkinan besar mayat bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap pasangan yang hingga kini belum diketahui jejaknya.
Sejumlah barang bukti telah diamankan kepolisian dari sekitar TKP. Polisi pun sementara bekerja sebagai rangkaian proses penyelidikan. (sar)
