MANTAN ketua umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melakukan komunikasi dengan ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Komuniaksi Prabowo dengan SBY yang tak lain adalah ayah kandung dari AHY ini menjadi isyarat bila Prabowo melirik AHY yang kemungkinan besar akan maju bersama Anies Rasyid Baswedan di pilpres.
Tak hanya itu, Prabowo juga telah bertemu dengan ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Dengan pertemuan itu, maka Anies yang juga Gubernur DKI Jakarta ini diyakini akan mendapatkan tiket untuk maju pada pilpres 2024 mendatang.
Jika ini terjadi, maka partai pengusung Anies sama dengan partai yang mendukungnya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. yakni Partai Gerindra dan PKS. Plus satu partai yang bukan partai pendukung pada Pilgub DKI, yaitu Partai Demokrat.
“Akan terulang lagi partai-partai yang mendukung Anies di Pilpres seperti yang terjadi di Pilgub DKI yang lalu. Anies akan didukung oleh partai-partai seperti PKS, Gerindra, dan Demokrat. Kenapa begitu? Karena partai-partai akan mendukung yang calon kuat menang dalam Pilpres,”ujar pengamat politik, Moh Naufal Dunggio, Senin (30/5).
Demokrat ikut bergabung karena Anies akan berpasangan dengan AHY. Dia menjelaskan, pasangan kedua anak ini merupakan duet maut.
“Dua anak muda yang kuat. Satu sipil dan satu militer. Perpaduan yang kuat dalam mengatasi persoalan bangsa. Yang tua-tua pasti legowo dengan kedua anak muda ini. Ego sebagai orang tua itu akan dipaksa legowo untuk menyerahkan persoalan bangsa ini kepada kedua anak muda ini,” ungkapnya.
Menurutnya, Prabowo kemungkinan besar akan legowo memberikan kesempatan kepada anak muda untuk tampil. Menteri Pertahanan tersebut merupakan pejuang sejati.
“Sudah pasti Pak Prabowo akan logowo yuniornya yang maju karena Pak Prabowo seorang kesatria yang paten, bukan jenderal kaleng-kaleng,” imbuhnya.
Peluang dukungan Prabowo kepada pasangan Anies-AHY juga, katanya melanjutkan, tidak lepas dari adanya komunikasi dengan SBY dan Paloh. (rif)
