Site icon Berita Kota Makassar

Remaja Tewas Terjatuh di Kubangan Eks Stadion Mattoanging

MAKASSAR, BKM — Kubangan di eks stadion Mattoanging, Makassar kembali menelan korban. Seorang remaja usia 24 tahun bernama Kade meregang nyawa di lokasi ini, Jumat (3/6).
Informasi yang diperoleh dari Dg Kulle, seorang staf Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Sulsel yang bertugas di lokasi tersebut, korban ditemukan oleh seorang warga dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan dan dievakuasi oleh seorang warga bernama Sampara. Kejadiannya sekitar waktu salat Ashar. Korban diduga mengidap penyakit epilepsi. Katanya, sempat terlihat kejang-kejang di dekat kubangan sebelum jatuh ke dalam air,” terang Dg Kulle.

Ia pun menegaskan, tidak benar jika dikatakan korban meninggal karena berenang di area eks stadion. Meski belum rata, kata dia, kubangan di eks stadion sudah ditimbun sejak 2021. Kalaupun ada kubangan, sudah tidak dalam. ”Tidak ada juga yang berani berenang karena kita standby terus di sini”, tambahnya.

Sementara itu, Kasi Ops Satpol PP Sulsel Indra menjelaskan bahwa penimbunan telah dilakukan oleh Dispora Provinsi Sulsel sejak tahun lalu.

“Dispora sudah menimbun hasil pembongkaran Stadion Mattoanging sejak tahun 2021 lalu, sehingga kawasan tersebut tidak lagi menjadi sebuah kawasan yang berbahaya untuk warga,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulsel Murniati. Menurutnya, kubangan yang berada di dalam area eks Stadion Mattoangin sudah tidak dalam lagi.

“Karena sudah ditimbun sejak 2021 lalu. Itu kami pastikan tidak dalam lagi. Memang kalau hujan datang maksimal kedalamannya itu hanya sebatas pinggang orang dewasa,” terang Murni.

Karena itu, lanjut Murni, jika ada yang mengatakan bahwa remaja tersebut meninggal karena tenggelam tanpa ada penyebab lain, maka itu tidak benar.

“Informasi kami dapat dia sakit, epilepsi katanya,” ujarnya.

Sementara itu, laporan dari aparat kepolisian di lokasi menyebutkan, pukul 15.10 Wita ada warga bernama Sampara menghubungi Aiptu Lukman (Babinkamtibmas Polsekta Mariso) dan Serda Kamaruddin (Babinsa Koramil 1408-05/Mariso) dan melaporkan kejadian tersebut.

Pukul 15.40 Wita korban dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Jalan Ratulangi No 5A Kelurahan Mario, Kecamatan Mariso.
Ibu kandung korban, Yusrina menjelaskan almarhum memang mengidap panyakit ayan (epilepsi). Menurutnya, kemungkinan penyakit anaknya kambuh sehingga ia terjatuh di bekas galian pada saat itu.
Kasus tersebut kini ditangani oleh aparat Polsekta Mariso. (jun)

Exit mobile version