TAKALAR, BKM–Sedikitnya tiga pimpinan partai politik (parpol) di kabupaten Takalar akan bersaing memperebutkan suara pemilih pada pemilu legislatif (pileg) yang akan dihelat pada 14 Februari 2024 mendatang.
Ketiga pimpinan parpol tersebut yakni Zukarnain Arief selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dr H Burhanuddin Baharuddin serta Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Gelora Provinsi Sulawesi Selatan Syamsari Kitta.
Ketiga tokoh itu dipastikan akan bersaing ketat meraih dukungan pemilih. Zulkarnain memiliki pengalaman sebagai pengusaha yang pernah memimpin Gapensi dan Kadin Sulsel. Sedangkan Burhanuddin Baharuddin pernah memimpin Golkar dan menjadi bupati periode sebelum Syamsari Kitta.
Adapun Syamsari Kitta akan turun menggaet pemilih di Takalar meski menjabat sebagai ketua partai tingkat provinsi.
Hal itu karena Syamsari masih punya pengaruh meski bukan lagi menjabat bupati saat pileg yang akan datang. Dengan pengalaman sebagai anggota DPRD Sulsel dua periode membuat pendukung fanatik Syamsari masih cukup solid.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, Burhanuddin Baharuddin dan Syamsari Kitta akan maju bersaign memperebutkan kursi untuk DPR RI. Sedangkan Zulkarnain Arief belum diketahui secara pasti apakah akan bertarung ke senayan, DPRD Sulsel atau sama sekali tidak ingin maju sebagai calon wakil rakyat diparlemen.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe berulangkali memberikan isyarat agar Zulkarnain Arif mempersiapkan diri untuk bertarung di pemilihan bupati (pilbup) Takalar. “Saya berharap agar Pak Ketua DPD II (Zulkarnain Arif,red) mempersiapkan diri untuk bertarung sebagai claon bupati Takalar,”pinta Taufan Pawe baru-baru ini.
Tak hanya Zulkarnain, namun Burhanuddin Baharuddin juga masih diminta agar kembali maju di pilbup Takalar.
Wakil ketua umum DPP PPP Dr HM Amir Uskara bahkan memberikan ruang agar Burhanuddin siap maju di pilbup Takalar. Tokoh lain yang melirik pilbup Takalar diantaranya kakak kandung Kapolda Metro Jaya Muhammad Firdaus Dg Manye, Wakil Bupati Takalar Ahmad Dg Se’re dan kakak kandung Menteri Pertanian RI Hj Tenri Olle Yasin Limpo.
Selain itu juga Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Sulsel Hengky Yasin, Ketua DPC Partai Gerindra H Indar Jaya, politisi PKS Hairil Anwar dan Darwis Sijaya, politisi PAN Sirajuddin Kamil dan Hj Erni Halera serta politisi Partai Demokrat Husnia Rahman.
Pemerhati politik yang juga direktur eksekutif PT Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus mengemukakan bila dalam kontestasi elektoral seperti pilbup, peluang seorang figur populer tetap akan terjaga, seperti halnya Burhanuddin Baharuddin yang populer di Takalar. “Ada banyak faktor memengaruhi peluangnya kedepan, terutama ketika pemilih membandingkan kemampuan membangun antara Syamsari Kitta dengan Burhanuddin Baharuddin.
Jadi, ketika tim Burhanuddin mampu mengkonversi segala keunggulannya ketika memimpin yang sekaligus mendowngrade kepemimpinan Syamsari, maka peluangnya terbuka lebar,”ujar Nurmal Idrus.
Faktor kedua, menurut Nurmal yakni kasus yang pernah menimpa Burhanuddin tak akan melulu bisa berdampak negatif bagi keterpilihannya. “Tetapi, jika dia mampu mengkapitalisasi kasusnya itu sebagai penzaliman atas dirinya misalnya, maka dia bisa sangat berbahaya,”jelas mantan Ketua KPU Kota Makasssar ini. (ari/rif)

